Pengaruh Industri Komunikasi Terhadap Perilaku Seksual Remaja

Pengaruh Industri Komunikasi Terhadap Perilaku Seksual Remaja Ilustrasi

Covesia.com - Ilmu pengetahuan akan terus mengalami perkembangan dari zaman ke zaman. Seiring dengan pesatnya kemajuan pengetahuan yang dipelopori oleh sekelompok individu yang berupaya untuk menghasilkan penemuan-penemuan dalam kehidupan manusia. Salah satunya adalah penemuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Peralatan ataupun teknologi yang ditemukan itu bertujuan mempersempit jarak, ruang dan waktu. 

Tak bisa dihindari pula upaya penemuan-penemuan tersebut menjadi ajang “kompetisi” bagi industri atau perusahaan-perusahaan untuk memproduksi berbagai teknologi yang mereka kehendaki. Bentuk produksi dari penemuan teknologi-teknologi tersebut mulai dari fasilitas, jaringan, sampai ke konten yang sangat menarik untuk dikonsumsi. Penemuan teknologi itu pada dasarnya digunakan untuk membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Perkembangan teknologi komunikasi di antaranya seperti radio, televisi, telepon/ handphone, laptop, smartphone maupun internet memang tidak akan bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Karena perkembangan teknologi komunikasi ini hadir dengan memadukan beragam pengetahuan dari ilmuan di berbagai penjuru dunia. 

Kemajuan teknologi komunikasi ini tentunya sangat berdampak bagi kehidupan manusia, contohnya mempemudah individu dalam berinteraksi antara satu sama lain, memudahkan dan mempersingkat akses untuk memperoleh informasi yang dibutuhkannya, penunjang kerja (efektifitas dan efisiensi)  dan memudahkan manusia untuk menjalankan aktivitasnya. 

Teknologi dan Kaitannya dengan Perilaku Remaja

Pada era globalisasi, teknologi komunikasi sangat berperan dalam mempengaruhi perilaku manusia terutama perilaku remaja. Perkembangan teknologi komunikasi adalah salah satu faktor yang menyebabkan adanya tekanan untuk berperilaku atau bersikap sebagaimana yang tampak dari teknologi yang ada. Sebut saja televisi, handphone/ smartphone. Munculnya perubahan perilaku dalam kehidupan sosial ini, berakibat terhadap penurunan nilai dan norma dalam kehidupan sosial, khususnya di kalangan remaja. 

Teknologi informasi dan komunikasi pada era modern ini  menjadi media terciptanya komunikasi global antar penjuru dunia. Seperti pertukaran informasi lintas negara yang sangat cepat. Tetapi acapkali teknologi informasi dan komunikasi ini juga digunakan untuk melakukan perilaku yang tidak baik seperti penipuan, mengunduh situs/ konten dewasa ataupun mendownload gambar atau video dewasa yang berakibat terhadap menurunnya moralitas bangsa.

Pada era teknologi informasi dan komuniitakasi banyak tren berkembang yang kemudian diikuti oleh remaja. Sebut saja melalui /fasilitas chatting, video call, dan sebagainya. Adanya silang informasi antar berbagai negara di penjuru dunia menjadi bagian yang mendukung, membangun dan menyebarkan informasi secara cepat dan tanpa filter. Setiap remaja, tidak harus berusaha keras untuk mendapatkan informasi yang terjadi di berbagai bidang. 

Cukup mengetik “keyword” (kata kunci) di keyboard menggunakan koneksi jaringan internet, mereka bisa mengakses apa saja yang mereka mau. Kemajuan Industri teknologi komunikasi telah membuka ruang yang sangat luas dalam terjadinya interaksi antar nilai budaya dan agama yang ada di seluruh belahan dunia ini.

Informasi yang diterima ini kemudian mempengaruhi pun mengubah cara pandang, budaya dan perilaku remaja. Perkembangan teknologi komunikasi di lain sisi juga mengakibatkan karakter remaja cenderung menurun/ buruk. Karena perilaku yang ada pada diri mereka berasal dari konten-konten yang mereka dengar ataupun lihat di media. Selain itu, perkembangan industri komunikasi ini juga berakibat kepada penurunan nilai budaya dan agama yang ada. Mereka lebih meng “iya” kan apa yang mereka lihat melalui media. Utamanya dalam melihat pola pergaulan remaja maupun orang dewasa yang ada di negara maju yang membiarkan perilaku seks bebas (free sex). 

Bagi remaja saat ini, seks bukan merupakan hal asing. Para remaja yang ada di tanah air kemudian ikut meniru apa yang ada di negara liberal. Sehingga menyebabkan penurunan nilai moral dan etika. Mereka bebas melakukan apa saja yang berkaitan dengan seks secara mudah, tanpa rasa takut dan “was was”. Penampilan mereka juga berubah selayaknya remaja barat dalam berpakaian. Budaya asing (barat) kemudian turut menjadi budaya generasi bangsa. 

Mereka tidak mengindahkan rasa malu, bahkan cenderung bangga untuk berpakaian (kurang pantas). Begitupula dengan perilaku seks yang secara tidak langsung juga difasilitasi oleh kemajuan teknologi informasi. Seolah-olah mereka melakukan seks di dunia artifisial atau dunia maya.

Perilaku seks menyimpang di kalangan remaja relatif akan melahirkan berbagai tindakan tidak senonoh. Seperti pemerkosaan, pelecehan seksual, aborsi, asusila, dll. Perilaku seks tersebut akan menjadi hal biasa yang dipertontonkan kepada teman-temannya atau bahkan publik. Mereka dapat mengabadikan melalui rekaman video terhadap apa yang mereka lihat dan menyebarluaskannya lewat sarana teknologi informasi dan komunikasi. 

Selanjutnya bisa dikatakan bahwa media memiliki peranan dalam menyebarluaskan perilaku-perilaku seksual remaja saat ini yaitu melalui framing berita yang dapat mempengaruhi opini masyarakat lainnya. Maka dalam hal ini perilaku seks remaja sangat dipengaruhi oleh teknologi informasi dan komunikasi. Mulai dari mempengaruhi aktivitas maupun perilaku seks remaja hingga konstribusi konstruksi media dalam menyebarluaskan kasus-kasus terkait seks remaja.

(Penulis merupakan Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas ) 


Stefan Antonio

Stefan Antonio ( Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas )

Berita Terkait

Baca Juga