Anugerah Festival Bumi 2019 Dihelat Malam Ini

Anugerah Festival Bumi 2019 Dihelat Malam Ini Direktur Festival Bumi 2019, S Metron Masdison/ Foto: Istimewa

Covesia.com - Rangkaian kegiatan Festival Bumi 2019, yang dihelat di kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) sampai di puncak kegiatan. Agenda terakhir, yakni Malam Anugrah akan digelar malam ini (5/12/2019) di ballroom Hotel Kryad Bumi Minang.

Festival Bumi telah memulai rangkaian kegiatan dari bulan Oktober 2019. Kegiatan tersebut diantaranya, Anugrah Wisran Hadi, lomba esai teater, diskusi sastra yang bertempat di dua universitas di Padang, serta penampilan dan diskusi dramatic reading di STKIP PGRI Sumbar.

Nantinya para peraih Anugrah Wisran Hadi, yakni Heru Joni Putra untuk kategori fiksi dan Deddy Arsya untuk kategori nonfiksi serta lima pemenang lomba esai teater, Esha Tegar Putra, Randi Reimena, Nasrul Azwar, Ramadhani serta Sudarmoko, diundang saat malam anugerah.

“Saat malam anugerah dilakukan penyerahan hadiah untuk peraih Anugerah Wisran Hadi dan lima orang pemenang lomba esai teater sebagai acara puncak.  Namun untuk Anugerah Wisran Hadi kategori fiksi berhalangan hadir karena sedang berada di Inggris, tetapi yang lain sudah mengkomfirmasi kehadiran” ujar Armeynd Sufhasril selaku Direktur Program Festival Bumi 2019.

Sebelum anugerah diserahkan, akan ada serangkaian acara diantaranya, makan malam bersama setelah itu nantinya akan ada pemutaran film dokumenter Wisran Hadi, penampilan dramatic reading dengan naskah Empat Lakon Perang Paderi, obituari dan petilasan novel Bako karya Darman Moenir yang akan dibawakan oleh Muslim Noer, pembacaan puisi dari Armeynd Sufhasril, dan monolog yang akan dibawakan aktor Bumi Teater, Yumirsal.  

“Festival Bumi akan menjadikan Anugrah Wisran Hadi menjadi program utama setiap penyelenggaraan. Kedepannya Anugerah ini dicita-citakan mampu menjadi salah satu Anugerah yang diperhitungkan di Indonesia,” ujar S Metron selaku Direktur Festival.

Lebih lanjut Metron menjelaskan penampilan-penampilan saat Malam Anugerah  membawakan naskah atau karya orang Bumi terutama Wisran Hadi karena untuk pertama kalinya nama Wisran Hadi digunakan sebagai penganugerahan.

(rls/ynd)

Berita Terkait

Baca Juga