Soal Temuan Arca Naga, Bupati Dharmasraya: Saya Percaya BPCB

Soal Temuan Arca Naga Bupati Dharmasraya Saya Percaya BPCB Bupati Dharmasraya (dua kiri) mengunjungi kediaman Marzuki (tiga kiri) untuk melihat langsung rupa arca tersebut. Sumber: istimewa

Covesia.com - Peristiwa penemuan arca naga oleh Marzuki warga Jorong Pulai, Nagari Pulai, Kecamatan Sitiung, Dharmasraya, mengundang perhatian banyak pihak, termasuk Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan. Sutan Riska mengunjungi kediaman Marzuki untuk melihat langsung rupa arca tersebut.  

"Kita sudah lihat langsung. Saya tidak terlalu paham soal artefak-artefak. Saya melihat hanya untuk memastikan keberadaan benda tersebut," kata Sutan Riska melalui pesan singkat yang diterima Covesia. 

Dia mengatakan, untuk keterangan tentang arca tersebut dia menyerahkan sepenuhnya ke Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar.

"Untuk keterangan tentang benda tersebut saya percaya kepada BPCB, karena memang BPCB lembaga yang bertanggung jawab terhadap peninggalan Candi Kerajaan Dharmasraya tersebut," katanya.

Sutan Riska menambahkan,"soal kebenaran apakah itu bagian dari artefak Candi Kerajaan Dharmasraya atau tidak, diserahkan kepada BPCB." 

"Tapi apakah benda itu ada, saya sudah melihat langsung di rumah yang mengaku menemukan benda tersebut," pungkasnya.

Sebelumnya, tim peneliti yang diutus Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar ke rumah Marzuki di Jorong Pulai, Kanagarian Pulai, Kecamatan Sitiuang, Dharmasraya pada Selasa (28/5) mendapati sejumlah temuan yang mengungkap 'identitas' arca berbentuk naga tersebut.

Kepala BPCB Sumbar, Nurmatias mengatakan, terdapat abjad latin di telapak kaki arca dalam bentuk huruf kapital.

"Di bawah telapak arca masing masing (ada huruf) A, B, C dan D," ungkapnya, Selasa (28/5/2019). 

Arca yang ditemukan di Dhramasraya juga tidak mempunyai ciri ikonografi dari 9 dewa penjuru mata angin. Artinya, tidak ada hubungan dengan ritual keagamaan dan pantheon Hindu dan Budha 

"Dari sikap tangan dan pernak-pernik yang ada, kita bisa memastikan bahwa arca ini tidak zaman klasik Hindu-Budha, karena dari pakem itu kita bisa mengetahui lama atau baru dari arca tersebut," 

Baca: Penjelasan Lengkap Tim Arkeolog BPCB Sumbar terkait Penemuan Arca di Dharmasraya

Arca naga yang ditemukan Marzuki memiliki berat 2,5 kg dengan tinggi 23 cm dan panjang 45 cm.

Sementara dari temuan Covesia, arca berbentuk naga itu diduga kuat memiliki kesamaan bentuk dengan arca naga dewa Siwa yang dijual di salah satu toko online.

Baca: Huruf A, B, C dan D Ungkap 'Identitas' Arca Naga: Ditemukan Warga Dharmasraya, Dijual di Toko Online

Pada kesimpulannya, BPCB menegaskan arca tersebut bukanlah artefak yang memiliki nilai sejarah, atau ada kaitannya dengan kompleks percandian Padang Roco.

"Bentuk pembuatan arca dengan sistem coran. Maka kami bisa memastikan temuan ini baru (bukan artefak)," pungkasnya. 

 (rdk)

Berita Terkait

Baca Juga