Kampanye Menjadi Ajang “Jual Beli” Program Peserta Pemilu

Kampanye Menjadi Ajang “Jual Beli” Program Peserta Pemilu Ilustrasi Kampanye (tekape.co)

Covesia.com - Kampanye merupakan salah satu tahapan pemilu 2019 yang tengah berjalan terhitung sejak tanggal 23 September 2018 sampai tanggal 13 April 2019. 

Kampanye pemilu calon anggota DPR, DPD dan DPRD serta pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden mesti dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebagai peserta pemilu yang telah ditetapkan dan siap untuk maju pada “Pertarungan” politik di tanggal 17 April 2019 harus menyiapkan agenda kampanye yang berkualitas untuk memberikan informasi politik dengan cara mengkampanyekan dirinya dengan menggunakan berbagai media.

Ada yang rajin mengucapkan selamat pada hari-hari besar dengan memasang spanduk-spanduk di jalan. Cara ini dianggap paling realistis sebagai respon atas kecenderungan personalisasi politik.

Lantas timbul pertanyaan, apakah metode yang dipakai hari ini dengan memasang Alat Peraga Kampanye (APK) dan Alat Peraga non APK ini adalah salah satu metode sosialisasi atau metode kampanye yang bisa dilakukan oleh Peserta Pemilu ataupun Caleg, dan Calon Perseorangan ?

Di sini menurut saya, seharusnya Peserta Pemilu ataupun Caleg dan Calon Perseorangan tidak hanya memilih metode kampanye itu saja. Tetapi masih ada beberapa metode kampanye yang masih bisa dilakukan oleh Peserta Pemilu ataupun Caleg dan Calon Perseorangan yakni sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum pasal 275, masih ada lagi metode lain, seperti: Pertemuan terbatas, Pertemuan tatap muka, penyebaran bahan Kampanye di tempat umum.

Untuk itu, Peserta Pemilu atau Calon Anggota DPD, DPR dan DPRD serta Calon Presiden dan Wakil Presiden yang sudah memasang Alat Peraga Kampanye dan Alat Peraga non APK bisa juga memakai metode kampanye lainnya sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh peraturan perundang-undangan. Pada saat kampanye ini mereka bisa menjual program-program yang konstruktif dan jelas manfaatnya bagi seluruh rakyat.

Namun hari ini yang kita lihat Peserta Pemilu ataupun Caleg dan Calon Perseorangan serta Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden lebih memilih memakai metode pemasangan Alat Peraga Kampanye dan Alat Peraga Non APK.


Rini Juita, MA

Rini Juita, MA ( Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman )

Berita Terkait

Baca Juga