Berdiri 2017 Lalu, IPMI Sudah Banyak Berkontribusi Terhadap Pendidikan di Sumbar

Berdiri 2017 Lalu IPMI Sudah Banyak Berkontribusi Terhadap Pendidikan di Sumbar Ilustrasi

Covesia.com-Didirikan 15 Januari 2017 lalu, Ikatan Pelajar Minang Internasional (IPMI) sudah banyak memberikan kontribusi demi kemajuan pendidikan, budaya dan keagamaan bagi Sumatera Barat (Sumbar).

IPMI merupakan organisasi yang mewadahi pelajar dan mahasiswa yang berkuliah di luar negri untuk berkontribusi pada kampung halaman. Organisasi ini sudah memiliki 150 anggota dari 30 negara yang berbeda. Berdirinya IPMI diprakarsai oleh  tujuh mahasiswa minang yang berkuliah di luar negri yakninya Tareq Albana, Sintia Utami, Elvi Efriani, Viona Ramadanti Jufri, Fadel, Fakhrul, dan Hasbi.

“Mahasiswa minang yang ada di 30 negara disatukan dalam satu grup WhatsApp, di sana kami berdiskusi, bersilaturrahmi serta memikirkan gagasan yang akan digunakan untuk memajukan kampung halaman kita," ungkap Tareq saat dihubungi oleh Covesia, Sabtu (13/10/2018).

Lebih lanjut Tareq mengatakan, anggota IPMI adalah mahasiswa minang yang terdaftar di salahsatu perguruan tinggi atau sekolah di luar negeri, menetap lebih dari tiga bulan, dan  bersedia berkontribusi untuk Sumbar.

Adapun kegiatan yang dilakukan IPMI antaranya seminar online tentang kuliah di luar negri, kajian keislaman online live instagran, diskusi online, membuat konten yang menarik pelajar untuk kuliah di luar negri.

IPMI berfungsi sebagai jembatan penghubung  pelajar minang yang ada di luar negeri dengan pemerintah dan masyarakat  di Sumbar. Memberikan informasi tentang prestasi yang diraih oleh pelajar seperti berhasil meraih juara lomba pidato internasional di China, mahasiswa minang di Mesir yang mendapatkan predikat sebagai mahasiswa terbaik al-Azhar di tahun 2016 dan prestasi lainnya.

Tareq juga mengatakan bahwa IPMI sudah melakukan aksi nyata di Sumbar dengan melakukan seminar kuliah ke luar negeri yang diakadan lebih dari 15 kali semenjak IPMI berdiri.

Aksi nyata lainnya IPMI juga telah berdiskusi dengan pemerintah seperti Walikota Payakumbuh, Walikota Bukittinggi, dan Walikota Padang.

Tak hanya itu Ipmi juga melakukan penggalangan dana untuk bencana yang terjadi di SUMBAR secara khusus dan Indonesia secara umum. 

“Untuk gempa lombok misalnya dan Palu yang terjadi baru-baru ini IPMI bekerjasama dengan PPI dunia berhasi mengumpulkan dana  mendapat 50 Juta,” jelasnya.

Ia berharap IPMI bisa membuat program lebih bermanfaat seperti mentoring online kuliah ke luar negri dan kegiatan positif lainnya. 

“IPMI ingin mahasiswa minang bersatu karena orang hebat dulunya berasal dari Minang, bila kita bersatu akan memberi efek positif untuk kampung halaman kita ke depannya,” tutupnya.

(laila)

Berita Terkait

Baca Juga