Walikota Pariaman Tegaskan Tabuik Bukan Syiah, Tapi Budaya Masyarakat

Walikota Pariaman Tegaskan Tabuik Bukan Syiah Tapi Budaya Masyarakat Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang saat akan dibuang ke Laut, Minggu (23/9/2018)(Foto: Rozi)

Covesia.com - Pesta Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2018 berlangsung dengan lancar meskipun saat hoyak tabuik diguyur hujan deras hingga kedua tabuik dibuang ke laut.

"Ribuan masyarakat berdesakan datang mengunjungi pesta hoyak tabuik, baik dari dalam daerah maupun luar daerah," kata Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Elvis Candra, Minggu (23/9/2018).

Ia menyampaikan, sejak 10 tahun memimpin Kota Pariaman, tabuik tidak pernah tidak dilaksanakan, karena pelaksanaan pesta tabuik sudah dianggarakan dengan APBD Kota Pariaman sebesar Rp1 Miliar lebih.

"Kalau dulu tabuik diselenggarakan dengan meminta sumbangan dan mengajukan proposal kepada instansi dan perantau," jelasnya.

Selanjutnya, kata dia, tabuik itu budaya, bukan ritual keagamaan seperti isu yang menyebar sekarang dimedsos. Pasalnya, budaya sejak dulu itu yang dilanjutkan sebagai penarik wisatawan datang ke Pariaman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian menyampaikan bahwa event Tabuik ini sudah masuk dalam kalender nasional, sehingga penyelenggaraan atau pembangunan juga dibantu oleh kementerian.

"Tinggal bagaimana cara menarik masyarakat nusantara dan mancanegara untuk berkunjung ke Kota Pariaman supaya bisa terpromosikan," katanya.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar RI, Ni Wayan Giri Adnyani mengungkapkan event tabuik ternyata sangat banyak peminatnya, terbukti penuhnya masyarakat melihat tabuik seperti lautan manusia.

"Event tabuik juga sebagai event andalan Indonesia untuk mempromosikan daerah dan Indonesia ke tingkat nasional, tentunya pemerintah pusat tidak juga lepas tangan tentang perkembangan tabuik itu sendiri," ujarnya.

(ozi/don)

Berita Terkait

Baca Juga