Membaca untuk Menghasilkan Karya

Membaca untuk Menghasilkan Karya ilustrasi (foto: pixabay)

Covesia.com - Bila kamu tipe orang yang suka membaca baik itu baca majalah, koran, artikel, maupun karya fiksi kamu harus dan sangat disarankan sekali mampu menghasilkan karya. Kenapa? Pasti banyak pertanyaan yang bergelayut di kepala pembaca. Apa hubungannya suka baca dengan menghasilkan karya?

Di sini kamu perlu tahu dulu bahwa aktivitas membaca sangat berguna bagi kehidupan. Bahkan wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah adalah surat Al-Alaq ayat 1 sampai 5 yakninya perintah membaca. Hal itu dikarenakan membaca adalah pintu gerbang pengetahuan.

Kegiatan membaca bagi sebagian orang akan membuat candu. Biasanya orang yang rajin membaca akan memiliki kelebihan dari pada orang yang hanya suka memahami sesuatu secara audio, visual, ataupun audiovisual.

Aktivitas membaca akan memberi banyak keberuntungan antaranya seorang yang suka membaca dikenal sebagai orang yang berpengetahuan luas. Orang yang suka membaca juga dikenal cerdas, memiliki kemampuan berbicara, pandai menghargai waktu, dan masih banyak keuntungan lainnya. Apa pun bahasan yang dilontarkan orang lain kepadanya akan mudah baginya untuk membicarakan topik tersebut.

Nah, dari beberapa hal tersebut, rugi rasanya bila sesuatu yang didapatkan dari proses membaca tidak dituangkan dalam karya menulis. Imam Syafii pernah berkata bahwa ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Maka apa yang didapat memalui bacaan bisa dituliskan.

Dalam hal ini bacaan itu bisa menjadi pengayaan ide yang telah ada, atau sebuah ide yang baru. Toh pada dasarnya tak ada yang baru di dunia ini. Semuanya menjadi baru atas modifikasi atau inovasi orang-orang yang memiliki kreativitas.

Membaca adalah salah satu syarat untuk menjadi penulis. Bagaimanapun seorang penulis mesti dan kudu punya banyak pengalaman supaya tulisannya tak monoton dan terkesan mengulang-ngulang. Benar, bila sumber pengetahuan tidak hanya dari buku , akan tetapi bila penulis malas membaca alamatnya tulisan yang ia hasilkan akan stagnan dan kurangnya unsur kebaruan.

Menjadi penulis juga memiliki banyak manfaat, salah satunya bisa mengabadikan sesuatu. Dengan menulis seseorang menjadi sejarah seperti sebuah kutipan berbahasa Yunani “Scripta manent, verba volan” yang berarti apa yang ditulis akan abadi, apa yang diucap akan hilang.

Berpijak dari hal tersebut, sangat disarankan bagi kamu menuliskan apa yang kamu baca selain bisa menjadikan sesuatu abadi menulis juga bisa membuatmu lebih peka, lebih dapat menginspirasi, bahkan kamu bisa mendapatkan uang bila berhasil membuat karya yang diminati pembaca.

(sea/lif)

Laila Marni

Laila Marni ( Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Padang )

Berita Terkait

Baca Juga