"Maambiak Batang Pisang" Ritual Kedua Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2018

Maambiak Batang Pisang Ritual Kedua Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2018 Hulubalang yang menebang batang pisantg, (Foto: Covesia/ Rozi)

Covesia.com - Ritual kedua Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2018 Tabuik Subarang dan Tabuik Pasa melakukan "Maambiak Batang Pisang" dengan cara memancung pohon pisang dengan pedang karbala di  Kampuang Kaliang, Kelurahan Lohong, Kota Pariaman, Sumatera Barat.

"Pohon pisang yang sudah dipancung itu diarak dengan gandang tasa sampai ke rumah tabuik subarang," kata Panitia Tabuik Subarang, Tanton, Sabtu (15/9/2018).

Ia mengatakan, memancung pohon pisang melambangkan kesadisan perlakuan musuh Hasan Bin Ali yaitu cucu dari Nabi Muhammad SAW.

Ritual "Maambiak Batang Pisang" tersebut dilakukan dengan sangat sakral, yaitu sebelum memancungnya pohon pisang itu, terlebih dulu berdoa dengan membakar kemenyan.

"Manabang batang pisang dilakukan pada sore menjelang magrib yang disaksikan beramai-ramai oleh masyarakat dan proses menebang batang pisang dilakukan oleh hulubalang," ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, setelah mengambil pohon pisang, Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang kembali ke daraga masing-masing dengan membawa pohon tersebut.

"Pohon pisang yang dibawa tersebut sesampainya di "daraga" akan ditanam di samping pusara yang diibaratkan sebagai makam Husein. Prosesi ini juga dilakukan dengan diiringi dentuman 'gandang tansa' musik tradisional Tabuik," jelasnya.

(ozi)


Berita Terkait

Baca Juga