Khofifiah, Perempuan Tangguh Petarung Sejati

Khofifiah Perempuan Tangguh Petarung Sejati Khofifah Indra Parawansa

Covesia.com - Banyak cerita yang tinggal setelah pilkada serentak 2018 kemarin. Di Makasar ada calon yang kalah melawan kotak kosong, tapi yang dramatis adalah kemenangan Khofifah Indar Parawansa atas Saifullah Yusuf (Gus Ipul), incumbent wakil gubernur di Jawa Timur. 

Pertarungan itu ibarat el clasico atau pertarungan  antara klub sepak bola Barcelona dan Real Madrid. Dipelototi secara nasional dan ditunggu-tunggu hasilnya.

Kemenangan Khofifah merupakan kemenangan setelah 10 tahun tertunda. Pada dua Pilkada Jatim sebelumnya, yakni 2008 dan 2013, perempuan kelahiran 19 Mei 1965 (sekarang 53 tahun) ini dengan pasangan yang berbeda kalah melawan pasangan Soekarwo dan Saifullah Yusuf. 

Tapi itu tidak menyurutkan langkah Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu untuk terus bertarung. Jadi mantan Menteri Sosial itu butuh tiga kali pilkada baru menang.

Tidak sembarang orang bisa seperti Khofifah. Semangat bertarungnya (fighting spirit) wajib menjadi inspirasi bukan saja bagi kaum perempuan, tapi seluruh rakyat Indonesia. 

Tetapi tentunya harus mempunyai perhitungan yang matang, bukan sekedar maju-maju saja. Dibutuhkan persiapan-persiapan dan analisa yang tajam agar apa yang akan dicapai bisa maksimal. 

Walaupun dua kali kalah dalam pilkada, sebenarnya Khofifah telah melakukan "investasi politik" di saat itu. Saat ini, Khofifah telah mengambil pelajaran dari kekalahan tadi dan akhirnya berhasil menang.

Khofifah adalah perempuan petarung sejati 'zaman now', dulu banyak perempuan Indonesia yang menjadi petarung dengan berkorban harta maupun nyawa. 

Sebutlah Cut Nyak Dien (Aceh), Martha Crishtina Tiahahu (Ambon), Siti Manggopoh (Minang) dan banyak lainnya. Mereka-mereka ini mengangkat senjata berjuang melawan penjajahan agar bangsanya bisa merdeka. 

Dan sejarah telah mereka ukir dengan sempurna. Mereka sama-sama perempuan, tapi bedanya Cut, Martha dan Siti, berjuang untuk merebut kemerdekaan. Sementara Khofifah berjuang mengisi kemerdekaan tadi dengan tujuan rakyatnya bisa sejahtera dan berkemakmuran agar apa yang telah dirintis pahlawan perempuan tadi tidak sia-sia. 

Setelah era Jokowi selesai, sepertinya Khofifah pantas bertarung untuk Wakil Presiden atau Presiden Indonesia.

(lif)

Isa Kurniawan

Isa Kurniawan ( Koordinator Komunitas Pemerhati Sumbar )

Berita Terkait

Baca Juga