Mengubah Hobi Menembak Menjadi Ajang Pembentukan Karakter Anak

Mengubah Hobi Menembak Menjadi Ajang Pembentukan Karakter Anak Ilustrasi

Covesia.com - Ketika ada persoalan yang tidak bisa diteriakkan kepada pelaksana Negara untuk segara diperhatikan, memulai gerakan kecil dari diri sendiri tampak menjadi satu-satunya jalan yang kita lakukan untuk mengubah negri ini menjadi lebih baik.

Seperti yang dilakukan oleh Iptu Akhiruddin, ketika semakin resah melihat semakin banyaknya permasalahan sosial yang melibatkan anak-anak. Sebut saja kekerasan yang dilakukan pelajar pada gurunya beberapa waktu lalu, belum lagi banyak pelajar yang terlibat narkoba, pencurian, geng motor, dan persoalan lainnya.

Menurutnya, berbagai permasalahan ini muncul karena merosotnya kualitas karakter, kepribadian, dan sikap mental anak yang dipicu oleh kurangnya peranan orang tua, sekolah, dan masyarakat sebagai agen pewarisan nilai dan norma pada generasi penerus. Itulah sebabnya, sebagai anggota Polri dan pelatih olahraga menembak, Iptu Akhiruddin mulai melakukan gerakan kecil yang berdampak baik pada pembentukan karakter anak.

Pada dasarnya, karakter anak dapat dibentuk melalui pendidikan formal di sekolah yang didukung penuh oleh didikan orang tua di rumah. Namun kedua factor ini tidak dapat dijadikan sandaran utama dalam membangun karakter penerus bangsa yang baik sebab masih banyak orang tua yang kurang berperan dalam pendidikan anaknya.

Sebagian besar orang tua masih menyerahkan pendidikan anak sepenuhnya pada sekolah. Peran minim orang tua dan keluarga dalam pendidikan tidak akan cukup untuk membentuk karakter anak dengan pengembangan nilai dan moral yang baik. Itulah sebabnya, sebagai aparat Binmas Polres Agam, Iptu Akhiruddin bersama PERBAKIN Agam giat menyalurkan energi melimpah anak muda di daerah Agam  menjadi hobi menembak.

Sambil menyelam minum air tampaknya bukan hanya sekedar pepatah lama. Berbekal posisi sebagai pengurus PERBAKIN Agam, Iptu Akhiruddin mulai menjadikan olahraga menembak dengan senjata angin sebagai kegiatan ekstrakulikuler di beberapa sekolah di Kabupaten Agam dengan tujuan memicu minat anak muda untuk berprestasi di bidang olahraga yang membutuhkan ketekunan berlatih dan sikap mental yang tenang dalam bertindak. Oleh karena itu, ia memilih olahraga menembak sebagai hobi yang pas untuk ditularkan pada anak-anak sekolah sembari melatih karakter mereka.

Tidak hanya merangkul anak-anak di sekolah lewat kegiatan ekstrakulikuler, Iptu Akhiruddin juga mengumpulkan anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya yang berminat belajar menembak dan membina prestasi lewat wadah PERBAKIN Agam. Maka dengan menyulap sebagian pekarangan rumahnya menjadi tempat latihan, Iptu Akhiruddin pun merelakan waktu luangnya di akhir pekan untuk melatih anak-anak.

Menurutnya, kegiatan positif seperti ini selain memancing lahirnya prestasi di kalangan anak muda juga dapat mengurangi waktu anak-anak untuk bermain gadget, keluyuran, dan hal-hal tidak bermanfaat lainnya. Dan sebagai reward atas ketekunannya, anak-anak yang telah memiliki kemampuan diikut sertakan dalam kompetisi menembak, baik untuk tingkat daerah bahkan nasional.

Partisipasi dan prestasi seperti inilah yang diharapkan oleh Iptu Akhiruddin untuk mengajarkan pada anak-anak asuhnya, bahwa keberhasilan hanya dapat diraih dengan kedisiplinan dan kemauan yang kuat untuk belajar. Dengan begitu, ia yakin telah menanamkan setidaknya sedikit nilai penting dalam proses pembentukan karakter anak di masa tumbuh kembang. Prestasi dan perubahan perilaku yang terlihat lebih baik ini menjadi hadiah bagi kerja keras Iptu Akhiruddin dan kawan-kawan di PERBAKIN Agam.

Ternyata tidak sulit ya mencampur aduk celah yang kita punya untuk dijadikan langkah kecil menuju perubahan yang lebih baik. Jika Iptu Akhiruddin dan PERBAKIN berhasil melakukan gerakan kecil untuk kemajuan negri ini, maka apa yang bisa kita lakukan mulai hari ini?


 

Suci Budiyanti, S Ikom

Suci Budiyanti, S Ikom ( Penggiat Olahraga Menembak Perbakin Agam )

Berita Terkait

Baca Juga