Pentingnya Komunikasi Kesehatan dalam Memutus Covid-19

Pentingnya Komunikasi Kesehatan dalam Memutus Covid19 Welda Yulia, Mahasiswi Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi UNAND

Covesia.com - Dalam artikel yang ditulis oleh Richard K. Thomas tentang konsep komunikasi kesehatan dan dasar-dasar cara memahaminya, disebutkan komunikasi pada dasarnya adalah sebuah aktivitas antara dua orang atau lebih untuk saling berbagi informasi atau saling bertukar pikiran. 

Di dalam buku US Office of Disease Prevention dan Promosi Kesehatan juga disebutkan tujuan dari komunikasi itu sendiri adalah melakukan sebuah tindakan, pertukaran informasi, gagasan, sikap dan kepercayaan, memberikan pengertian dan membangun atau memelihara hubungan. Menurut perannya, komunikasi juga memiliki peran dalam menyampaikan layanan dan promosi kesehatan. Komunikasi kesehatan itu sendiri merupakan pertukaran pesan, informasi, maupun gagasan mengenai kesehatan. Kesehatan merupakan salah satu hal yang penting bagi kehidupan manusia.

Dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, sangat dibutuhkan edukasi kesehatan melalui promosi kesehatan yang erat kaitannya dengan komunikasi kesehatan. Ada beberapa hal yang menjadi pembahasan kesehatan, di antaranya meliputi Germas (gerakan masyarakat hidup sehat) masa pandemi, pola hidup bersih dan sehat, cara menjaga kesehatan, dan bagaimana cara menangani sebuah penyakit. Komunikasi kesehatan ini juga termasuk dari komunikasi persuasif, karena bisa kita lihat dari tujuannya untuk mempengaruhi serta mengajak audiens untuk mengubah sikap dan perilaku mereka untuk hidup sehat. 

Komunikasi kesehatan meliputi penggunaan strategi komunikasi untuk menyampaikan serta mempengaruhi melalui pengetahuan, sikap dan praktik individu dan masyarakat terkait kesehatan dan perawatan kesehatan. Hal tersebut dituangkan melalui Promosi Kesehatan yang berusaha untuk mengubah iklim sosial yang mendorong perilaku sehat, menciptakan kesadaran, mengubah sikap, dan memotivasi individu mengadopsi perilaku yang direkomendasikan.

Pada era kemajuan digital yang semakin pesat, kegiatan promosi kesehatan ini, pembuat menggunakan media saluran komunikasi atau memanfaatkan teknologi digital, yang akan memudahkan menargetkan audiens, menyesuaikan pesan dan melibatkan orang-orang dalam pertukaran interaktif dan berkelanjutan seputar kesehatan. Contohnya, banyak kita temui dan jumpai baliho-baliho, pamflet-pamflet, papan reklame yang berisikan tulisan ajakan menggunakan masker, senantiasa cuci tangan pakai sabun di air  mengalir, jaga jarak dan sebagainya.

Penerapan cara dan teknik komunikasi yang efektif dapat membantu penyampaian pesan-pesan kesehatan kepada khalayak masyarakat dan mampu mengubah persepsi serta tingkah lakunya terhadap kesehatan pribadi, keluarga serta lingkungannya. Pada situasi saat ini dalam memutus mata rantai penularan Covid-19, strategi yang dilakukan akan hambar rasanya jika tidak disertai dengan edukasi kesehatan kepada masyarakat. 

Para penyuluh kesehatan dan seluruh elemen tertantang dalam melakukan edukasi yang mengena kepada keluarga dan masyarakat. Menurut saya, ada beberapa trik yang perlu diperhatikan dalam melakukan edukasi kesehatan dalam situasi saat ini yang dipopulerkan dengan seven trick.

Pertama, kita perlu mengelompokkan atau memetakan audien yang akan menjadi sasaran edukasi. Bisa saja berdasarkan usia, pendidikan bahkan tingkat risikonya. Dengan cara ini, kita dapat memilih isi pesan yang tepat dalam melakukan edukasi, sehingga isi pesan mengena pada sasaran dan sasaran lebih paham.

Kedua, ciptakan hubungan yang baik antara pemberi edukasi dengan sasaran. Jika suasana ini dapat kita ciptakan, maka akan lebih mudah kita masuk dan menyampaikan isi pesan edukasi kita kepada sasaran. 

Ketiga, pilih media yang sesuai, sehingga dapat membantu kita dalam melakukan edukasi. Sebaiknya media yang kita gunakan ini disukai dan menimbulkan daya tarik tersendiri bagi sasaran yang sudah kita kelompokkan. Sebagai contoh, saat ini kawula muda lebih banyak meminati medsos Instagram dan FB dari pada Twitter, maka dengan situasi ini kita bisa menggunakan media tersebut jika pesan kita ditujukan kepada mereka.

Keempat, pilih waktu dan tempat yang tepat. Dalam hal ini, kita sangat penting juga menentukan kapan kita melakukan edukasi dan tempat yang kondusif jika edukasi dilakukan secara lansung. Jika edukasi menggunakan media sosial, kita perlu melihat waktu yang sering dimanfaatkan para sasaran mengakses media tersebut. Berbeda pula halnya dengan media luar ruang atau papan reklame, perlu menjadi perhatian juga tempat-tempat strategis pemasangan media tersebut.

Kelima, pilihlah kata-kata atau bahasa yang menarik dan mudah dipahami oleh sasaran sesuai pengelompokkannya. Akan berbeda nantinya, bahasa yang kita gunakan kepada sasaran berusia muda dengan usia tua atau setengah baya. Begitu juga halnya akan berbeda kemasan bahasa yang digunakan ketika kita melakukan edukasi kepada kelompok berisiko tinggi dengan berisiko rendah.

Keenam, jika edukasi atau promosi kesehatan dilakukan lansung/tatap muka, jangan lupa memperhatikan protokol pencegahan Covid-19, yakni, pakai masker, jaga jarak, sediakan tempat cuci tangan pakai sabun dan air mengalir. Karena ini akan menjadi acuan bagi sasaran kita nanti dan relevan dengan pesan yang akan kita sampaikan.

Ketujuh, trik yang terakhir menurut saya adalah berikan senyuman dan raut wajah yang bersahabat kepada sasaran saat menyampaikan edukasi, meskipun kita menggunakan masker, namun raut wajah dan senyuman ini akan terpancar dari sorotan mata kita. 

Itulah beberapa hal yang berkaitan trik dalam melakukan edukasi/promosi kesehatan dalam komunikasi kesehatan. Karena berhasil atau tidaknya suatu edukasi kesehatan, tergantung pada strategi dan cara-cara  jitu dalam komunikasi kesehatan. 

(Penulis merupakan Mahasiswi Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi UNAND)

Welda Yulia

Welda Yulia ( Mahasiswi Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi UNAND )

Berita Terkait

Baca Juga