Agam Tanah Para Pejuang

Agam Tanah Para Pejuang Yandika Lesmana Putra

Covesia.com - Sejak dahulu, kabupaten Agam sudah terkenal karena tempat lahir dan besar nya para pejuang. Setidaknya sudah 7 orang putra-putri terbaik Agam yang diberi penghargaan sebagai pahlawan nasional. 

Pada hakikatnya, perjuangan itu bukan hanya soal perang atau menghadapi penjajah dimedan pertempuran semata. Tapi setiap lini dalam kehidupan itu butuh perjuangan, apapun itu. Perjuangan dalam ekonomi, pendidikan, idelogi, keadilan, pemerataan pembangunan dan lainnya.

Pidato politik Taslim Dt. Tambogo saat mendaftar sebagai Calon Bupati ke KPU Agam, 5 September lalu sebenarnya bisa menjadi momentum. Apa yang disampaikannya mengingatkan kita bahwa seluruh elemen yang ada di Agam harus berjuang bersama. Harus membulatkan tekad, kalau impian kita menjadikan Agam sebagai daerah yang mampu mensejahterakan masyarakat nya dapat tercapai. Jika kita semua berjuang dengan bidang masing-masing. 

Pemimpin berjuang untuk menolak godaan memperkaya diri dan kelompoknya. Pemimpin berjuang memastikan petani hidup sejahtera, dunia usaha lancar dan maju. Pemimpin berjuang semua anak berkesempatan mendapatkan jaminan pendidikan. 

Pemimpin berjuang untuk mendapatkan kue pembangunan lebih besar dari pusat. Pemimpin berjuang untuk menegakkan aturan secara adil. Pemimpin berjuang untuk memberikan peluang penghidupan lebih baik, pendidikan dan masa depan bagi masyarakat nya.

Pemimpin yang mengajak masyarakat untuk berjuang bersama, itu pemimpin yang tidak mengumbar janji manis dan tidak mau membohongi rakyatnya. Karena dia tahu, kemajuan suatu daerah tidak akan mampu dilakukan seorang diri. Tapi harus mendapatkan dukungan serta kepercayaan dari masyarakat. Superman hanya ada dalam film, dikenyataan yang ada hanya super team. 

Sekarang, apakah kita mau berjuang bersama?. Sekecil apapun peran kita dalam perjuangan dalam membangun daerah, itu sudah tercatat dalam sejarah. Dengan kebersamaan, cita-cita masyarakat Agam dapat tercapai. Dengan kebulatan tekad, kita bangun fondasi kokoh untuk generasi mendatang. 

Semakin gigih kita berjuang, akan semakin cepat kita mendapatkan hasil. Dan DNA kita orang Agam, adalah DNA pejuang tangguh. Yang tak tumbang karena gagal, dan selalu punya cara untuk bangkit.

Ayo para pejuang. Ini saatnya perjuangan ini kita laksanakan bersama. Kita buktikan, daerah yang berada dikaki gunung Marapi-Singgalang, dipinggir danau Maninjau dan samudera Hindia dapat berhasil karena kerja keras bersama.

(Penulis adalah perantau Agam tinggal di Bandung)

Yandika Lesmana Putra

Yandika Lesmana Putra ( Perantau Agam di Bandung )

Berita Terkait

Baca Juga