Jadi Tempat Wisata Keluarga, Taman Kehati Semen Padang Saat Ini Miliki 8 Ekor Rusa Tutul

Jadi Tempat Wisata Keluarga Taman Kehati Semen Padang Saat Ini Miliki 8 Ekor Rusa Tutul Delapan ekor rusa macan totol yang saat ini menghiasi Taman Kehati Semen Padang (Ist)

Covesia.com -  Taman Kelestarian Hayati (Kehati) yang merupakan bekas areal tambang tanah clay milik PT Semen Padang seluas 50 Ha saat ini memiliki delapan ekor rusa tutul. 

Satwa langka asal India itu merupakan diadopsi dari Istana Bogor sejak tahun 2016 yang sebelum berjumlah enam ekor dan berkembang biak menjadi delapan ekor. Selain itu, Taman Kehati juga dihuni oleh aneka ragam flora dan fauna lainnya. 

"Kini rusa  totol berkembang biak di PT Semen Padang, dari jumlahnya enam ekor menjadi delapan ekor," kata Staf Humas PT Semen Padang Jhon Reflus, di Padang, Selasa (14/7/2020). 

Dengan keberadaan delapan ekor rusa tutul di taman Kehati Semen Padang turut menjadi tempat wisata keluarga setiap akhir pekan, dimana sekitar 50 pengunjung berdatangan ke tempat penangkaran rusa totol untuk berswafoto. 

"Kalau hari Sabtu dan Minggu itu, sekitar 50 pengunjung berdatangan ke sini untuk melihat rusa totol. Mereka datang ke sini tidak hanya sekedar melihat-lihat rusa dan berswafoto, tapi juga membawa ubi dan wartel untuk makan rusa," kata Jon Reflus seraya  mengatakan bahwa pemeliharaan rusa totol  itu  diinisiasi oleh mantan Direktur  Pemasaran Pujo Suseno.

"Alhamdulillah, rusa tutul l ini berkembang cukup baik. Dari enam menjadi delapan ekor, empat jantan dan empat betina," ujarnya.

Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati mengatakan, izin pemeliharaan rusa totol ini tidak mudah. Sebelum dipelihara di Taman Kehati, berbagai prosedur pun harus dipenuhi oleh Semen Padang. Di antaranya izin dari BKSDA.

"Rusa tutul ini satwa yang dilindungi undang-undang, jadi kami di Semen Padang harus mendapatkan izin dari BKSDA untuk memeliharanya. Kemudian sebelum izin di dapat, pihak Istana Bogor juga turun ke Taman Kehati ini untuk melihat kondisi suhu dan lingkungan Taman Kehati," kata Nur Anita. 

Bagi Semen Padang, lanjut Nur Anita, pemeliharaan rusa tutul ini merupakan sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap satwa langka. Apalagi di Semen Padang juga terdapat Taman Kehati yang dihuni oleh berbagai spesies flora dan fauna yang juga langka. 

Di antaranya, palem kipas, palem merah, tumbuhan paku tiang dan pakis haji, elang ular bido, cekakak sungai, cekakak belukar, burung madu sriganti dan burung madu. Kemudian yang terbaru, adalah ikan bilih yang telah endemik di Danau Singkarak.

Max, nama rusa totol pemikat pengunjung

Di sisi lain, keberadaan delapan ekor rusa tutul di Taman Kehati cukup menarik perhatian pengunjung yang datang, karena terdapat satu rusa bernama Max yang bisa dianggap sebagai 'kepala suku' bagi sekelompok rusa di Taman Kehati. Sebab, kemana Max pergi, segerombolan rusa lain terus mengikuti Max dari belakang.

"Max ini rusa yang paling tua di Taman Kehati. Umurnya sekitar 7 tahun. Kemana Max pergi, selalu diikuti oleh rusa lainnya, dan Max serta rusa tutul lainnya tidak agresif dan mau berinteraksi dengan pengunjung," kata Marianto, petugas yang memelihara rusa tutul saat ditemui di tempat penangkaran rusa tutul.

Pria yang akrab disapa Bujang itu mengakui baru 2 tahun ini memelihara rusa tutul. Dan tentunya bagi Bujang, memelihara rusa tutul merupakan pekerjaan yang menyenangkan, apalagi kesehariannya selain memelihara rusa tutul, Bujang juga punya beberapa ekor sapi di rumahnya. 

"Memelihara rusa tutul tidak jauh beda dengan sapi. Cukup menyediakan ubi dan wartel, serta rumput alam untuk makanan rusa. Kemudian di samping menyediakan makanannya, setiap hari saya juga memantau kondisi kesehatan rusa tutul ini," ujarnya.

(ril/dnq)

Berita Terkait

Baca Juga