Genius Umar: 'Maelo Pukek', Tradisi yang Dapat Dijadikan Destinasi Wisata

Genius Umar Maelo Pukek Tradisi yang Dapat Dijadikan Destinasi Wisata Saat Walikota Pariaman, Genius Umar maelo pukek bersama para nelayan

Covesia.com - Walikota Pariaman, Genius Umar menyebutkan bahwa tradisi 'maelo pukek' (menarik pukat) dapat dijadikan salah satu destinasi wisata di Pantai Pariaman.

Genius perpendapat, tradisi maelo pukek dapat dijadikan salah satu daya tarik untuk wisatawan yang berkunjung ke Pariaman. 

Ide tersebut muncul saat orang nomor satu di Kota Pariaman, Sumatera Barat itu turut serta bersama nelayan menangkap ikan dengan cara menarik jaring ikan 'maelo pukek' di belakang Water Front City Talao Pauh pada Kamis kemaren. 

"Tujuannya agar wisatawan bisa mencoba sensasinya dengan ikut berpartsipasi menarik jaring bersama para nelayan, dan menjadi pengalaman tersendiri bagi mereka," sebut Genius kepada Covesia, Jumat (19/6/2020).

Genius mengatakan, maelo pukek itu merupakan suatu pekerjaan yang dilakukan nelayan dalam menangkap ikan di pinggir pantai yang berjarak sekitar 100 meter.

Cara yang dilakukan, jaring diantarkan kelaut sesuai panjangnya dan membuat lingkaran. Ujung dari jaring yang melingkar itu terdapat satu tali yang panjangnya menurut kemauan nelayan tersebut. 

Maka ujung tali itulah yang ditarik bersama. Ikan yang berada dalam lingkaran jaring itu tidak bisa keluar, kalau sudah berada di dalamnya.

"Ini cara tradisional nelayan Ranah Minang dalam menangkap ikan di pinggir laut atau pantai, dimana hampir di seluruh pesisir Sumatera Barat (Sumbar)," katanya. 

Lanjut Genius, ini merupakan tradisi unik, dan bisa menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Pantai Kota Pariaman, sambil menikmati suasana santai di destinasi wisata pantai dan destinasi water front city.

Untuk itu kata Genius, Dinas Pariwisata, Kota Pariaman harus dapat menjadikan "maelo pukek" ini dalam paket wisata yang ditawarkan. Maelo pukek itu juga merupakan wujud kekompakan dan butuh banyak orang untuk menarik tali jaring ke pinggir pantai secara bergantian dangan cara manual.

(per)

Berita Terkait

Baca Juga