Dampak Covid-19 Membawa Berkah Tersendiri Bagi Pedagang Minuman Bandrek di Payakumbuh

Dampak Covid19 Membawa Berkah Tersendiri Bagi Pedagang Minuman Bandrek di Payakumbuh Pedagang minuman khas jahe atau Bandrek di Kota Payakumbuh (Foto: Covesia/ Peri)

Covesia.com - Kekhawatiran masyarakat akan penyebaran wabah virus corona atau Covid-19, rupanya membawa berkah tersendiri bagi pedagang minuman jahe susu dan telor atau lebih dikenal dengan "Bandrek".

Peri (37), salah seorang penjual Bandrek di Kota Payakumbuh, mengungkapkan, peningkatan pembeli sangat terasa dalam beberapa minggu terakhir ini.

Bahwa ia yang menggelar dagangannya mulai pukul 18.00 WIB, di Jalan By Pass, Kelurahan Talang, Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, biasa dagangannya tidak habis hingga pukul 01.00 WIB namun sekarang sekitar pukul 23.00 WIB sudah habis terjual.

"Alhamdulillah sekarang cepat habisnya, mungkin karena khasiat jahe tersebut kata-kata orang buat penangkal corona. Jadi kebetulan kan minuman yang saya jual ini pakai jahe," kata Peri kepada Covesia.com pada Senin malam (30/3/2020).

Lanjut Peri, pada hari biasa dagangannya jarang habis. Namun, belakangan ini, Bandrek yang dijualnya selalu habis dengan cepat dari biasanya.

"Biasanya buka pukul 18.00 WIB, tutupnya kadang pukul 01.00 WIB terkadang pukul 02.00 WIB juga sering sekali tidak habis. Tapi akhir-akhir ini sebelum pukul 23.00 sudah habis," ucapnya.

Dikatakan Peri, bandrek jahe pakai susu dan telor itu ia jual seharga Rp 10.000 per gelas. Setiap harinya ia membuat enam hingga delapan liter minuman jahe yang sudah dicampur dengan gula merah, cengkeh, kayu manis, dan batang sere.

"Sekarang dinikmati dulu, belum ada rencana untuk menambah 10 liter atau lebih membuatnya, takutnya dibuat banyak sepi lagi pembelinya," ujarnya.

Peri juga menyebutkan, untungnya saat ini ia belum kesulitan mencari jahe tersebut, dan harganya juga belum naik masih sekitar Rp 32.000 per kg. 

(per/don)

Berita Terkait

Baca Juga