Sarasah Tiga Tingkat, Surga Alam Tersembunyi di Palupuh-Agam

Sarasah Tiga Tingkat Surga Alam Tersembunyi di PalupuhAgam Sarasah (Air Terjun) tiga tingkat di Pasia Laweh Sungai Guntuang, Palupuh, Kabupaten Agam, Sumbar (Foto: Covesia/ Debi)

Covesia.com - Bagi pecinta alam atau yang ingin berliburan, Sarasah (Air Terjun) tiga tingkat di Pasia Laweh Sungai Guntuang, Palupuh, Kabupaten Agam, Sumbar, menjadi destinasi wisata alam pilihan yang siap memanjakan mata memandang. 

Sepanjang jalan lokasi menuju Sarasah tingkat ini, pengunjung akan disuguhkan pemandangan nan indah perbukitan dan sawah yang hijau serta udara asri alam Pasia Laweh Palupuh. 

Untuk lokasi Sarasah ini berada di kilometer 17 Jalan Raya Bukittinggi-Pasaman, dan pengunjung belok ke kanan di persimpangan jalan arah ke daerah Koto Tinggi Kabupaten Limapuluh Kota, dan sekitar 10 kilometer dari simpang jalan.

Air terjun tiga tingkat ini didukung dengan pesona alam yang menawan, ekosistem alam berupa hutan yang masih terjaga dengan baik, aliran air sungai yang jernih, alam perbukitan nan Indah, hamparan sawah serta pepohonan yang menjulang tinggi ditambah hembusan angin dan udara yang sejuk sehingga menjadi daya tarik bagi yang datang ke sana. 

Air terjun tiga tingkat ini memiliki ketinggian 10 hingga 20 meter setiap tingkatnya. Dan menurut masyarakat setempat aliran air terjun ini digunakan untuk mengaliri sawah dan ladang penduduk. 

Menurut keterangan Wali Nagari Pasia Laweh Zul Arfin mengatakan objek wisata ini menjadi salah satu wisata unggulan di Nagari Pasia Laweh. Apalagi lokasi yang berada di perbukitan menjadikan ini lokasi wisata alam di Palupuh. 

“Destinasi wisata yang menawan ini sudah cukup lama dikenal oleh masyarakat, namun mulai dikembangkan pada tahun 2017 lalu, dahulunya akses jalan menuju lokasi air terjun sangat sulit melewati hutan dengan track yang cukup berat, namun sekarang pengunjung sudah dapat membawa kendaraannya hingga sampai ke lokasi air terjun,” jelasnya.

Menurut Zul Arfin, pembenahan objek wisata ini dilakukan murni menggunakan dana desa, dan sebelumnya juga dibantu oleh dana pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat untuk membuka akses jalan, dan saat ini pengelolaannya diserahkan pada pemuda di Jorong Sungai Guntuang.

“Mengingat pengelolaannya saat ini kurang maksimal dan banyaknya ditemui kendala di lapangan, maka pada tahun 2020 ini akan dikelola secara profesional melalui peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Murai Batu Batuah, dengan target pengelolaannya akan berjalan lebih baik, mengingat objek wisata ini memiliki potensi yang baik untuk mendongkrak kunjungan wisatawan,” tuturnya.


Zul Arfin menambahkan, air mancur dengan ketinggian 40-45 meter ini menjadi objek wisata dengan peringkat teratas untuk dikembangkan, disamping objek wisata lain yang tersebar pada tujuh Jorong, mengingat akses jalan menuju air terjun tiga tingkat ini merupakan jalan lintas Provinsi Sumatera Barat yang menghubungkan Kabupaten Agam dan Kabupaten Limapuluh Kota, yang saat ini sudah dalam kondisi baik.

“Kunjungan wisatawan sangat dirasakan pada akhir pekan Sabtu dan Minggu, mereka tidak hanya masyarakat sekitar, namun juga banyak yang datang dari berbagai daerah, dan pernah pada libur lebaran Idul Fitri tahun 2019 lalu jumlah pemasukan dalam satu hari mencapai Rp3 juta, dan melihat potensinya maka dari itu pemerintah Nagari kedepan akan memaksimalkan pengelolaan objek wisata tersebut,” terangnya.

Untuk memaksimalkan objek wisata ini sambung Zul Arfin, masih banyak sarana dan prasarana yang perlu ditambah, seperti gerbang, lokasi parkir yang lebih layak, wc umum, pembangunan mushalla, disamping itu juga perlu ditambah tong sampah, pagar pembatas, yang dananya dianggarkan dari kas Nagari.

“Diharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Agam agar dapat membantu pengembangan objek wisata air terjun tiga tingkat ini, dengan menyalurkan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan dengan adanya sinergitas antara Pemerintah Nagari Pasia Laweh dengan Pemerintah Kabupaten Agam, juga dapat diusulkan bantuan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” tutupnya.

Salah seorang pengunjung, Nanda Anggara mengakui baru pertama kali datang ke lokasi air terjun tingkat ini, menurutnya, ini salah satu objek wisata yang sangat bagus di Kabupaten Agam, disamping kondisi alamnya yang dikelilingi hutan, juga didukung kondisi udara yang segar.

“Sangat indah sekali pemandangan di objek wisata ini, susananya tenang dan jauh dari keramaian, sangat cocok untuk berwisata bersama keluarga dan kolega, dan pengelolaannya juga berjalan dengan baik, terbukti dengan masih asri nya lokasi tersebut,” terangnya.

Sementara itu Ira Febrianti, yang juga baru pertama kali datang ke objek wisata ini mengaku takjub dengan lokasi air terjun tiga tingkat tersebut, menurutnya, lokasi ini sangat nyaman untuk dikunjungi, tidak sia-sia menempuh perjalanan yang jauh dari Kota Bukittinggi untuk sampai kesini.

“Sebelumnya saya pernah mendengar keberadaan objek wisata ini, dan rasa penasaran itu akhirnya terjawab setelah benar-benar menyaksikannya dari jarak dekat, memang suatu anugerah Surga alam tersembunyi bagi Nagari Pasia Laweh memiliki lokasi wisata air terjun bertingkat tiga ini, yang harus dikembangkan dan tetap dijaga kelestariannya," ungkapnya.

(deb/don)



Berita Terkait

Baca Juga