Nikmati Libur Akhir Pekan, Bukik Sakura di Agam Bisa jadi Salah Satu Pilihan Anda

Nikmati Libur Akhir Pekan Bukik Sakura di Agam Bisa jadi Salah Satu Pilihan Anda Pemandangan Danau Maninjau dari Bukik Sakura, di Kabupaten Agam (Foto: Rudi/ Johan)

Covesia.com - Ingin melihat keindahan Danau Maninjau dari ketinggian, Objek Wisata Bukik Sakura bisa menjadi salah satu pilihan. Terletak di Jorong Data, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, objek wisata ini cukup diminati wisatawan.

Kawasan wisata perbukitan ini menyajikan, pemandangan asri dan sejuk perbukitan dengan full spot Danau Maninjau.

Untuk menuju ke lokasi bisa melalui dua arah yaitunya dari Pasa Akaik Nagari duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, jarak tempuh lebih kurang 6 Km dengan kondisi jalan dominan menanjak, ataupun dari jalur Puncak lawang, Nagari lawang, dengan jarak sedikit jauh namun hanya menyisiri pinggang perbukitan menuju arah barat.

"Jalan yang ditempuh merupakan jalan rabat beton dan bisa dilewati kendaraan bermotor jadi tidak menyulitkan pengunjung," ujar Rusman Hakim Salah seorang tokoh masyarakat Palembayan.


Sejak dibuka tahun 2017, objek wisata alam ini cukup diminati wisatawan, baik nasional maupun mancanegara. "Untuk pengunjung paling ramai saat akhir pekan maupun libur panjang, bisa mencapai ratusan namun untuk hari biasanya hanya puluhan pengunjung," lanjut Hakim.

Dijelaskan Rusman Hakin, Saat ini tokoh masyarakat, pemuda dan Pemerintah Nagari Baringin, sedang berupaya dan bergotong royong membuat tempat bersantai untuk pengunjung, WC serta beberapa stand kuliner yang bisa menjadi tempat persinggahan sambil menikmati minum dan cemilan.

Sementara itu Salah seorang Perantau asal Palembayan di Jakarta, Reni (31) mengaku cukup takjub dengan keindahan alam yang disuguhkan Bukik Sakura, masyarakat setempat bisa menjadikan kawasan tersebut menjadi indah tanpa harus merusak ekosistem hutan.

"Bukik Sakura merupakan potensi pariwisata di kabupaten Agam namun lokasinya masuk ke dalam kawasan Cagar Alam, jadi pengembangannya tidak boleh merusak ekosistem hutan. Kami berharap pengembangan bisa terus dilakukan untuk merangsang pengunjung untuk datang," harapnya.

(han/don)



Berita Terkait

Baca Juga