''Monkey Land'' Ngarai Sianok, Destinasi Wisata Alam Menawan di Bukittinggi

Monkey Land Ngarai Sianok Destinasi Wisata Alam Menawan di Bukittinggi Suasana mancakrida di "Monkey Land" Ngarai Sianok

Covesia.com - Berbicara soal wisata di Kota Bukittinggi seakan tidak ada habisnya. Mulai dari pusat hingga pinggiran kota serta daerah sekitar penunjang, menyuguhkan objek dan destinasi wisata yang beragam. 

Baru-baru ini, destinasi wisata yang menjelma menjadi destinasi unggulan adalah "Monkey Land." Objek wisata ini seakan tidak pernah sepi dikunjungi, baik wisatawan lokal maupun mancanegara, baik oleh perorangan maupun berkelompok

Objek wisata alam Monkey Land ini terletak di ujung utara Ngarai Sianok, atau lebih kurang 5 kilometer dari pusat Kota Bukittinggi. Tidak susah mencari lokasi tersebut. Saat berada di Ngarai Sianok, lokasi ini dapat disusuri melalui pinggir batang air ngarai sebelah kiri yang langsung sampai di lokasi.

Kenapa diberi nama Monkey Land? Karena memang di lokasi itu terdapat banyak monyet ngarai yang sudah ada sejak dahulunya.

Di lahan lebih kurang satu hektare itu, pengelola kemudian menyulap lokasi tersebut menjadi objek wisata. Berada di tepian sungai Ngarai Sianok, selain dipukau oleh pemandangan ngarai nan hijau, pengunjung juga bakal dapat melakukan kegiatan mancakrida (outbond).

Objek wisata ini awalnya dibangun pada September 2016 lalu. Lebih kurang setahun pengerjaan, kira-kira awal 2018 mulai dibuka. Sejak saat itu hingga sekarang, lokasi ini tidak pernah sepi pengunjung.

Selain disediakan berbagai tempat permainan dan pemandangan menarik, pemilik juga menyediakan restoran dan tempat karaoke terbuka

“Jadi kita di sini menyediakan outbond berupa flying fox, airrob, serta rental kendaraan ATV. Pengunjung dapat menikmati kuliner yang kita sediakan,” ujar Rober Nursanto, Owner Monkey Land, Senin (9/12/2019).

Objek wisata ini ke depan, sebut Rober akan dikembangkan berupa cottage etnik Minangkabau. “Jadi ada semacam ciri khas nantinya, tanda pengunjung berada di Minangkabau,” katanya. 

Menurut Rober, berbicara soal wisata, butuh inovasi baru yang diminati oleh pengunjung. Oleh karena itu, objek-objek wisata harus terus berinovasi agar tidak ditinggalkan oleh pengunjung.

Sejauh ini, "Monkey Land" sendiri menjadi lokasi yang tidak ada hentinya dikunjungi baik oleh instansi, perorangan, pengunjung luar daerah dan mancanegara sekalipun.

“Untuk saat ini konsep kita memang baru sebatas kuliner dan outdoor. Jadi selama ini orang datang ke ngarai hanya sekadar melihat ngarai. Sekarang kita sediakan tempat agar pengunjung dapat melihat apa saja yang ada di ngarai ini. Pengunjung juga dapat bermalam karena kita sediakan camping ground di sini,” jelasnya.

Di lokasi ini, pengunjung dapat menikmati kuliner serta permainan dengan harga terjangkau. Lokasi ini dibuka mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB setiap harinya.

“Disini kita sediakan karaoke terbuka, dan free ongkos parkir. Biasanya pada akhir pekan dan liburan pengunjung membludak dan datang dari berbagai daerah,” sebutnya.

(deb/rdk) 

Berita Terkait

Baca Juga