Cireng, Jajanan Khas Sunda yang Mulai Diminati Warga Sumbar

Cireng Jajanan Khas Sunda yang Mulai Diminati Warga Sumbar Pedagang jajanan cireng di lapangan Wirabraja Bukittinggi (Foto: Debi Kurnia)

Covesia.com - Cireng menjadi jajanan khas Sunda yang mulai diminati masyarakat lokal Sumatera Barat (Sumbar). Jajanan berbahan dasar tepung kanji itu kini dengan gampang bisa didapatkan. 

Seperti pemilik usaha rujak cireng, Willy Yudamardy yang ada di kota Bukittinggi, Selasa (26/11/2019) mengungkapkan usaha jajanan cireng yang ia rintis baru berjalan lima bulan namun peminatnya sudah cukup banyak. 

"Peminatnya tidak hanya warga kota Bukittinggi saja namun luar kota juga ada yang ikut pesan," katanya kepada Covesia.com, Selasa (26/11/2019). 

Ia menyampaikan untuk pemasaran Cireng sendiri ia berjualan mulai dari pukul 16.30 hingga 22.00 WIB dikawasan lapangan wirabraja Bukittinggi dan ia juga menjual secara online. 

Dalam sehari, Willy bisa menjual 150 kemasan Cireng yang ia buat sendiri tanpa menggunakan bahan penyedap dengan omzet mencapai Rp2 juta lebih.

"Meski ini jajanan khas Sunda tapi disesuaikan dengan selera orang Minang," sebutnya.

Dalam satu kali produksi, Willy yang dibantu temannya membutuhkan dua kilogram tepung untuk menghasilkan 15 kemasan cireng yang berisi 15 potong cireng. 

"Satu hari bisa 10 sampai 15 kali produksi dan harga satu kemasan dalam kondisi beku Rp15.000 berisi 15 potong sedangkan kemasan yang sudah digoreng berisi 10 potong dengan harga sama," ungkapnya. 

Untuk pemesan secara Online dalam kota, sebut Willy, pembeli tidak dikenakan biaya ongkos kirim alias gratis karena jarak yang masih dekat dalam kota, namun bagi pembeli luar kota, pembeli dikenakan ongkos kirim ke alamat. 

Banyaknya peminat, Willy berharap bisa membuka kafe yang menyediakan aneka jajanan Nusantara dan luar negeri namun dengan rasa disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia.

"Harapannya bisa buka kafe karena Bukittinggi cukup ramai oleh wisatawan. Makin banyak yang diproduksi semoga bisa membantu buka lapangan kerja," ujarnya.

Seorang pelanggan rujak cireng, Putri Rizki (29) menuturkan cireng termasuk jajanan yang jarang ditemui di Bukittinggi dengan harga yang terjangkau. 

"Kalau dari rasa cukup enak dilidah apalagi teksturnya yang kenyal ketika dimakan. Harganya pun cukup terjangkau," katanya 

(deb/adi) 

Berita Terkait

Baca Juga