Sempat Mati Suri, Wisata Simpang Tigo Buaya Putih Kembali Hidup di Tangan Pemuda dan Masyarakat Ini

Sempat Mati Suri Wisata Simpang Tigo Buaya Putih Kembali Hidup di Tangan Pemuda dan Masyarakat Ini Foto, Wisata Simpang Tigo Buaya Putih yang berada di Nagari Taratak, Kecamatan Sutera, Pessel. (Indrayen)

Covesia.com - Wisata Simpang Tigo Buaya Putih yang berada di Nagari Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) adalah salah satu kawasan wisata yang sempat populer dan tidak asing bagi masyarakat dan wisatawan lokal yang ada didaerah itu, beberapa tahun lalu.

Tetapi, kepopuleran dan keindahan wisata pantai ini, sempat tidak terdengar dan tidak di kunjungi lagi oleh pengunjung. Karena waktu itu, kawasan wisata ini sempat tidak terawat dan juga tidak dikelola dengan baik.

Meski sempat mati dan tidak dikunjungi lagi, saat ini kawasan wisata simpang tigo buaya putih, kembali hidup dan mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal.

Kawasan wisata pantai yang satu ini juga tidak kalah bagus dengan kawasan wisata pantai yang lainya ada di Pessel. Karena wisata ini memiliki keasrian alam yang masih bagus. Ditambah dengan adanya, pohon pinus yang tersusun rapi sepanjang bibir pantai.

Selain pantai dan keasrian alam yang ada dikawasan wisata ini, wisata simpang tigo buaya putih, juga di sempurnakan dengan adanya sebuah danau kecil bekas muara yang sudah tertutup. 

Dimana, sebelum pengunjung masuk ke kawasan wisata pantai. Pengunjung harus melewati jembatan yang dibuat dari pohon bambu yang unik untuk sampai kelokasi.

Tidak hanya itu, pengunjug juga bisa menikmati dan  mengelilingi kawasan pantai dengan perahu karet yang sengaja di sewakan dengan haraga terjangkau.

"Kawasan wisata ini adalah salah satu ikon wisata yang kita punya di Kenagarian Taratak, sanagt sayang tidak kita hidupkan kembali, padahal sebelumnya telah dikenal dan sempat populer,"kata Ketua Pemuda setempat, Dodi Saputra pada Covesia.com Sabtu (26/10/2019)

Diceritakan Dodi, hidupnya kembali wisata ini, tidak lepas dari semangat pemuda dan masyarakat, yang rela bekerja keras secara swadaya tampa ada bantuan berupa suport dana.

"Semuanya kita kerjakan secara swadaya dan gotong royong saja. Kami hanya modal semnagat saja,"katanya

Ia menambahkan, dari semngat dan kekompakan pemuda serta masyarakat, kawasan wisata simpang tigo buaya putih, berhasil hidup kembali dengan beberapa tambahan fasilitas yang hanya dikerjakan secara gotong royong.

"Sekarang disini sudah ada jembatan untuk menyembrangi danau kecil dikawasan pantai. Selain itu, di bibir pantai dan dibawah batang pinus juga telah dibuatkan tempat-tempat duduk untuk menikmati suasana pantai,"katanya lagi

Ia menerangkan, nama wisata Simpang Tigo Buaya Putih ini kata Dodi memiliki sejarah legenda masa lalu yang ada di Nagari ini. 

Dimana dulunya, ada cerita legenda sepasang buaya putih hidup di kawasan pantai ini. Sehingga nama buaya putih melekat di pantai ini.

Sedangkan Simpang Tigo sendiri, diambil karena di pantai itu ada pertemuan dua hilir sungai dengan muara yang ada di Nagari Taratak. Singga sampai sekarang disebut lah “Simpang Tigo Buayo Putih Taratak.”

Lanjutnya, wisata ini kembali dibuka baru tiga bulan ini, setelah direnovasi, kini pantai yang berjarak kurang lebih 30 kilometer dari Painan tersebut sudah siap menyambut kedatangan pengunjung.

"Alhamdulillah, sudah mulai dikunjungi. Setiap hari pengujung selalu ada, terutama pada sore hari,"tutupnya

(Indrayen)

Berita Terkait

Baca Juga