Pendaki Tidak Bisa Lagi Lihat Fenomena Api Biru Gunung Ijen

Pendaki Tidak Bisa Lagi Lihat Fenomena Api Biru Gunung Ijen Kawah Ijen di Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur. (Foto Antara/Seno Soegondo)

Covesia.com - Para pendaki kini tidak lagi bisa menikmati fenomena api biru (blue fire) yang nampak pada malam hari di Kawah Gunung Ijen, Jawa Timur yang menjadi andalan dan daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing dan domestik.

Jalur pendakian ke Kawah Gunung ketinggian 2.386 meter dari permukaan laut itu kini ditutup. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jawa Timur menutup jalur pendakian gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi-Bondowoso, Jatim ini karena meningkatnya aktivitas gunung api tersebut.

Larangan pendakian malam hari ini diambil sebagai langkah antisipasi karena terjadi fluktuasi kadar belerang di Kawah Ijen. "Berdasarkan keterangan dari PVMBG, terjadi fluktuasi kadar sulfur di danau Kawah Gunung Ijen yang dapat menyebabkan gas beracun," kata Kepala BKSDA Wilayah III Jatim, Sunandar Trigunajasa.

Menurut dia, kadang terjadi peningkatan kadar sulfur di danau kawah pada sore hari yang diandai berupa buih-buih putih di permukaan danau. "Kalau malam hari kami tidak bisa memantau, jadi lebih aman diberlakukan pendakian terbatas yakni jalur pendakian ke Kawah Ijen ditutup pada malam hari," katanya.

Ia menjelaskan, peningkatan kadar sulfur itu berbahaya karena berupa gas beracun dan biasanya para penambang belerang yang memberitahukan informasi tersebut. "Informasi dari penambang belerang sangat membantu karena mereka lebih paham apakah gas tersebut berbahaya atau tidak. Kalau berbahaya, mereka akan lari ke atas," paparnya.

(ant/zik)

Berita Terkait

Baca Juga