Fenomena Ubur-ubur Biru, Kunjungan Wisata Ke Pasia Tiku Agam Berkurang

Fenomena Uburubur Biru Kunjungan Wisata Ke Pasia Tiku Agam Berkurang Tampak Ubur-ubur biru (Bluebottle) yang terdampar di kawasan pantai Tiku-Agam, Senin (7/10/2019). (Foto: Istimewa)

Covesia.com - kunjungan wisata ke Objek Wisata Pantai Pasia Tiku dan Banda Gadang berkurang seiring dengan kemunculan ubur-ubur biru jenis "Bluebottle" di perairan laut Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) beberapa waktu terakhir.

Salah seorang pedagang di Objek Wisata Pantai Pasia Tiku, Erna (31) mengatakan berkurangnya kunjungan terjadi semenjak hari Minggu. Hal itu disebabkan ada informasi wisatawan lokal yang tersengat ubur-ubur dan mendapatkan perawatan ke Puskesmas Tanjung Mutiara.

"Salah satu tujuan mengunjungi Pantai Pasia Tiku adalah berenang di laut serta bermain di bibir pantai. Kan sekarang tidak diperbolehkan jadi mereka malas ke sini," ujarnya, Kamis (10/10/2019).

Sebelum ditemukannya ubur-ubur berbahaya ini, para pengunjung yang belanja di warung Erna bisa sekitar 50 hingga 70 orang per hari, namun saat ini rata-rata hanya 30 orang.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemda Dan Olah Raga (Disparpora) Agam, Yosefriawan menyebutkan sementara waktu ini pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di laut dan sepanjang bibir pantai untuk mengantisipasi korban akibat tersengat ubur-ubur.

"Sudah pasti berkurang, pengunjung kita larang bermain ke pantai. Namun berapa jumlah pengurangan pengunjung kita belum tahu pasti," ujarnya. 

Pihaknya sudah memasang spanduk imbauan untuk tidak berenang dan bermain di bibir pantai. Selain itu Pemda Agam juga menyiagakan personel BPBD, Satpol PP serta petugas medis di sekitar lokasi.

(han/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga