Sagu Kapurut Kuliner Khas Mentawai yang ''Maknyus Abis''

Sagu Kapurut Kuliner Khas Mentawai yang Maknyus Abis As Sabettliake menjual sagu kapurut di lokasi Festival Pesona Mentawai di Pantai Mapaddegat, Sipora Utara, Mentawai. Foto: Dok. Mentawaikita.com/ Suntoro

Covesia.com - Sagu dikenal sebagai makanan pokok masyarakat Kepulauan Mentawai dan beberapa daerah Indonesia timur seperti di Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara.

Selain sumber karbohidrat, dilansir dari Hello sehat.com, sagu juga memiliki manfaat kesehatan lainnya seperti mencegah darah tinggi, memperlancar sistem pencernaan, meningkatkan kesehatan tulang dan sendiri, menjaga suhu tubuh tetap dingin, dan masker wajah alami. 

Diketahui, sagu juga ternyata berperan dalam industri tekstil sebagai pengikat serat sehingga memudahkan mesin memintal . 

Di Kepulauan Mentawai, Sagu kapurut merupakan menu favorit yang nikmat  dikonsumsi sebagai cemilan. Proses pembuatannya pun mudah dan sederhana tanpa perlu merogoh saku dalam-dalam.

Bahan yang diperlukan dalam pembuatan sagu kapurut ini yaitu, bahan dasar sagu, garam, kelapa (agar lebih maknyus), dan daun Sagu kecil.

Awalnya, gumpalan sagu dikayak dulu menggunakan penyaring sagu (gogotjai) hingga halus. Selanjutnya, agar rasanya lebih maknyus, anda dapat menambahkan garam dan kelapa yang tua secukupnya. Kemudian, ditabur rata pada daun sagu kecil dan diikat langsung secara alami. 

"Kalau menggunakan kelapa muda, saat dibuka dari daun sagu agak lengket, kemudian sagunya lunak dan kalau dingin, agak susah dikunyah," ujar Adriana salah seorang warga Siberut, sabtu (20/7). 

Ia menambahkan bahwa kelapa yang baik digunakan saat memasak sagu kapurut yaitu kelapa tua.

"Kalau menggunakan kelapa tua, saat sagunya masak gampang dibuka, dan gurih saat dimakan," imbuhnya. 

Memasak sagu kapurut ini dapat dilakukan beberapa ikat sekaligus di atas tungku api selama kurang lebih seperempat jam dan harus ditungguin dengan dibolak-balikkan agar tidak gosong.

Setelah masak, Sagu kapurut dapat dinikmati dengan dicocol pada olahan ikan atau daging yang digulai, digoreng, disup, disalai, dan lainnya.

Bahkan ada juga yang suka mengkonsumsinya dengan dicocol pada teh manis ataupun dimakan utuh sebagai cemilan tanpa dicampur pada penganan lainnya. 

Kontributor: Kornelia Septin Rahayu

Berita Terkait

Baca Juga