Tank Bersejarah di Pantai Padang, Daya Tarik Baru bagi Wisatawan

Tank Bersejarah di Pantai Padang Daya Tarik Baru bagi Wisatawan Satu unit Tank bersejarah yang hiasi pantai Padang (Foto: Covesia/ M.Iqbal)

Covesia.com - Kota Padang memiliki beberapa destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Salah satunya adalah pantai Padang, selain menikmati pantainya, kini di sekitar bibir pantai terletak Tank bersejarah milik Batalyon Kavaleri 6 Naga Karimata Kodam I Bukit Barisan.

Dari pusat kota, tank bertipe AMX-13 APC dapat dicapai dengan berkendara sekitar 15 Menit. Semenjak diletakkan oleh pemerintah kota Padang, Senin (8/7/2019) kemarin, Tank bersejarah ini tidak sepi dari pengunjung.

Pedagang air kelapa di sekitar pantai Padang, Yeni (43) mengakui bahwa wisatawan tiap harinya berkunjung ke Tank bersejarah itu. "Hampir tiap hari banyak orang berkunjung kesini untuk sekadar melihat tank, setiap sore banyak anak-anak bermain disini," paparnya, Sabtu (13/7/2019).

Ditempat yang sama, pengunjung asal Pesisir Selatan, Nasrul (56) mengaku senang dengan keberadaan Tank bersejarah ini. Namun, Nasrul menyangkan tidak ada papan informasi dari dinas terkait untuk menggambarkan sejarah tank itu.

"Menurut saya, ini adalah destinasi baru di Padang. Lebih baik lagi ada papan informasi terletak di dekat tank itu, saya hanya bisa mengagumi tanpa mengetahui sejarah pasti," ucapnya.

Sementara itu, Syaugi (22) mahasiswa asal Padang mengapresiasi pemerintah kota Padang dalam hal mengedukasi warganya. Syaugi berpendapat, keberadaan Tank bersejarah bisa mengedukasi pemuda dalam hal semangat bela negara.

"Saya menjadi merasa berterimakasih kepada pahlawan yang membela negara pada tahun lampau," katanya.

Dikutip dari laman FB Humas Pemko, Wali kota Padang, Mahyeldi Ansyarullah mengatakan ia merasa bersyukur atas dihibahkan sebuah tank bersejarah yang pernah digunakan dalam keutuhan NKRI oleh Pangdam I Bukit Barisan. "Tank ini akan berguna untuk melengkapi objek wisata kota Padang," paparnya.

"Saya berharap, Tank tersebut dapat memberikan manfaat, salah satunya menjadi edukasi bagi generasi muda sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme untuk negara," ucap Mahyeldi.

Diketahui, tank ini mulai diproduksi massal pada periode 1952-1987 dan digunakan oleh beberapa negara. Spesifikasinya berat lebih kurang 13 ton memiliki kemampuan menanjak 31 derajat, melangkah parit 1,6 meter, dan mengarung sejauh 0,6 meter. Tank ini mulai masuk ke Indonesia pada tahun 1962 dan telah berjasa dalam berbagai pertempuran.

Kontributor Padang: M. Iqbal


Berita Terkait

Baca Juga