Tanggapan Pemda Pasbar Soal Mahalnya Tiket Masuk Objek Wisata Pantai Sasak

Tanggapan Pemda Pasbar Soal Mahalnya Tiket Masuk Objek Wisata Pantai Sasak Foto Pantai Sasak Pasaman Barat(Doc Covesia)

Covesia.com-Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat akhirnya angkat bicara menanggapi keluhan pengunjung tentang mahalnya tiket masuk di objek wisata Pantai Sasak, Kecamatan Ranah Pasisie.

Pemda Pasaman Barat melalui Kabag Humasy, Yosmar Difia mengatakan objek wisata Pantai Sasak bukanlah objek wisata yang dikelola langsung oleh Pemerintah Daerah setempat.

"Pengelolaannya langsung diambil alih oleh masyarakat sekitar lokasi objek wisata tersebut. Sehubungan dengan status pengelolaan tersebut, Pemda Pasbar melalui Badan Aset dan Pendapatan, hanya mengenakan Pajak Hiburan sebesar 15 % dari pendapatan pengelolaan objek wisata oleh masyarakat setempat tersebut,"kata Yosmar Difia kepada Covesia.com, Minggu (09/06/2019).

Sementata untuk penentuan tarif tiket masuk kata dia, Pemerintah Daerah tidak ikut serta dalam proses penentuan tarif, melainkan langsung ditetapkan oleh masyarakat pengelola objek wisata tersebut.

"Namun Pemerintah Daerah Kabupaten Pasamdibantu personil TNI/Polri tetap melaksanakan tugas dari segi pengamanan dengan tujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman pengunjung yang berkunjung ke wilayah Pasaman Barat,"katanya.

Namun untuk kedepannya kata dia, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata akan menindaklanjuti masukan serta tanggapan atas permasalahan tiket ini dengan berbagai pihak yang berkompeten termasuk masyarakat pengelola kawasan wisata tersebut.

Sebelumnya ribuan pengunjung objek wisata Pantai Sasak dikeluhkan dengan mahalnya tiket masuk dan parkir untuk menikmati pesona keindahan pantai yang berada di Pasaman Barat tersebut.

Salah seorang pengunjung Dodi mengatakan pihak panitia membebankan tiket masuk kepada setiap pengunjung sebesar Rp10 ribu untuk anak-anak dan Dewasa Rp15 ribu.

"Benar. Kemudian belum lagi parkir roda dua sebesar Rp5 Ribu, Roda Empat Rp10 ribu. Jadi kami sebagai pengunjung sangat mengeluhkan harga tiket yang mahal ini,"kata Dodi.

Dodi mengatakan harga tersebut termasuk harga tiket termahal dibanding daerah lain di Sumbar.

"Iya jelas mahal kan. Coba kita bandingkan dengan daerah tetangga di Pantai Pariaman, Pantai Tiku-Agam misalnya yang harga tiketnya hanya Rp5 ribu. Jadi kalau kondisi ini terus dibiarkan jelas akan sepi dari pengunjung. Masyarakat pasti akan lebih memilih mengunjungi objek wisata di luar Pasaman Barat. Jadi yang rugi daerah Pasbar sendiri,"ungkapnya.

Disamping itu kata Dodi para pedagang di Pantai Sasak juga harus memajang harga makanan yang jelas. Agar tidak terjadi kenaikan harga yang tinggi saat pengunjung memesan makanan.

"Jadi para pedagang tidak lagi bermain tidak sehat soal harga makanan. Kalau kondisi ini terus dibiarkan lama-kelamaan pedagang juga akan sepi dari pembeli. Saya pribadi misalnya akan lebih memilih membawa makanan sendiri dari luar Pantai Sasak yang harganya lebih ekonomis. Semoga Pemda Pasbar kedepannya dapat menyelesaikan persoalan ini yang sudah rutin tiap tahun terjadi,"tutupnya.

(Heri)

Berita Terkait

Baca Juga