Nikmatnya Lelan Asam Durian, Kuliner Khas di Lubuk Basung Agam

Nikmatnya Lelan Asam Durian Kuliner Khas di Lubuk Basung Agam Ilustrasi Lelan Asam Durian khas Lubuk Basung Agam ( Foto: Johan/ Covesia)

Covesia.com - Minangkabau terkenal dengan kuliner yang lezat, selain nikmat, perbedaan sumber daya alam yang dimiliki di setiap daerah membuat perbedaan pula pada kreasinya, sehingga setiap daerah memiliki masakan unggulan tersendiri, seperti halnya masyarakat di Kecamatan Lubuk Basung. Dilintasi Sungai Batang Antokan, ibukota Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, (Sumbar)  itu dilimpahi berbagai jenis ikan air tawar.

Adalah  Lelan jenis ikan yang hidup dan berkembang biak di aliran Sungai yang berhulukan Danau Maninjau tersebut,  hewan bernama latin Osteochilus vittatus C.V merupakan satu objek tangkapan masyarakat setempat dan diolah menjadi kuliner lezat yang disebut dengan lelan asam durian.

Salah seorang tokoh masyarakat di Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung  B St Zahar (72) mengatakan, umumnya laki-laki yang tinggal di sepanjang aliran Batang Antokan ahli berenang dan menyelam di air deras, keterampilan tersebut sejalan dengan kemahiran mereka dalam mencari ikan. “Masyarakat disini ahli berenang dan mencari  ikan di air deras, jadi lelan merupakan satu hasil tangkapan terbanyak,” ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com, Kamis (23/5/2019).

Dikatakannya, tidak ada klaim atau pengakuan dari pihak manapun tentang khasnya masakan lelan asam durian, namun racikan bumbu dipadu dengan Asam fermentasi durian apalagi berasal dari sentuhan tangan masyarakat Lubuk Basung  dipercaya penuh akan menghasilkan lelan asam durian terenak.

Ikan lelan jika diolah  memiliki cita rasa manis gurih dan sedikit pahit, namun jika dimasak menggunakan durian bisa menghasilkan rasa yang lezat dan khas.

"Biasanya bagian isi perut Ikan lelan tidak dibuang saat dimasak, jadi sedikit pahit namun tidak usah jijik karena makanannya hanya lumut sungai jadi cukup bersih, bahkan bisa menjadi obat malaria dan penambah nafsu makan," jelas B St zahar.

Kuliner yang satu ini tidak akan ditemukan di rumah makan padang manapun baik di dalam maupun luar daerah, alasan itulah yang membuat perantau  selalu minta dibuatkan saat pulang ke kampung halaman.

"Disini banyak masyarakat yang menangkap dan menjual ikan lelan, biasanya tiap pagi mereka akan berkeliling menjual ikan dengan cara diikat bersusun dengan akar, jadi tidak perlu harus menangkap ke sungai," terangnya.

Menurutnya membuat lelan asam durian tidaklah sulit dan rempah yang digunakan juga tergolong mudah ditemukan, seperti cabe, bawang merah, bawang putih, jahe dan daun kunyit, hanya saja asam fermentasi durian mungkin agak sulit didapat jika tidak sedang musim durian terpaksa harus dibeli di pasar.

Untuk porsi 5 orang, masukkan 2 gelas air kedalam belanga, kemudian ditambah  cabe, 3 siung bawang merah, 2 siung bawang putih, dan  jahe yang susah digiling halus. Tambahkan 1 sendok makam asam durian, 1 helai daun kunyit, garam dan sedikit penyedap rasa secukupnya, saat sudah mendidih, masukkan 5 ekor ikan lelan segar dan tunggu sekitar 5 menit, dan lelan asam siap dihidangkan.

"Meski menggunakan bumbu yang sama namun sentuhan tangan setiap orang akan menghasilkan rasa yang berbeda pula, makan lelan asam durian paling enak dengan nasi panas ditambah lalap jengkol atau petai," tutupnya.

(han/nod)

Berita Terkait

Baca Juga