Unik, Rumah Tua Berumur 150 Tahun Banyak Ditemui di Muaro Sungai Lolo

Unik Rumah Tua Berumur 150 Tahun Banyak Ditemui di Muaro Sungai Lolo Rumah tua berumur 150 tahun lebih yang terbuat dari kayu murni masih banyak ditemukan di Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, Sumbar. (foto yulisman/Covesia)

Covesia.com - Belasan rumah berumur sekitar 150 tahun berjejer di Nagari (desa) Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, Sumbar. Rumah berumur ratusan tahun itu menjadi daya tarik bagi pengunjung yang datang ke kampung tersebut.

Rumah yang terbuat dari kayu murni tanpa pakai bahan semen dan pasir serta batu itu terlihat unik bagi pengunjung. Karena saat ini tidak banyak lagi ditemukan rumah masyarakat yang seperti itu.

Model dan warna rumahnya pun tidak berubah. Masih seperti rumah dulu kala, yakni berupa rumah panggung. Kalau ingin naik ke rumah, pakai jenjang kayu dan atapnya bagonjong Terlihat betul khas rumah orang Minangkabau.

Tidak heran, kalau pengunjung atau orang luar datang ke kampung tersebut banyak yang mengabadikan dengan kamarenya. Mereka juga banyak berfoto dengan latar rumah tersebut. Menurut mereka, hal itu menjadi pemandangan unik.

Nagari Muaro Sungai Lolo adalah nagari paling ujung dari Kabupaten Pasaman yang berbatas dengan Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar. Nagari tersebut dihuni lebih dari 6.000 jiwa. Jalan menuju ke kampung tersebut masih berkerekel dan belum diaspal. Masyarakatnya tekenal dengan ramah tamah dan sopan santunnya.

Camat Mapattunggul Selatan, Edo ketika ditanya covesia.com mengatakan rumah tua yang ada di Nagari Muaro Sungai Lolo itu sudah berumur 150 tahun lebih. Belasan rumah tersebut sampai saat ini masih ditempati oleh pemiliknya secara turun temurun.

"Ya benar, menurut keterangan dari orang tua-tua di kampung tersebut rumah itu sudah berumur ratusan tahun. Sampai saat ini, rumah itu masih bagus dan layak ditempati," kata Edo.

Bupati Pasaman, H. Benny Utama juga melihat rumah tersebut ada keunikan tersendiri. Apalagi dari segi bentuk dan warnanya. Dengan umur 150 tahun sampai saat ini rumah-rumah tua itu masih bagus dan tetap ditempati.

"Kita harapkan kepada pemiliknya, tetap menjaga dan melestarikan rumah-rumah tua tersebut. Sebab rumah itu mempunyai nilai seni yang tinggi, apalagi umurnya sudah ratusan tahun" sebut Benny Utama.

(man/zik)

Berita Terkait

Baca Juga