Program Kota Randang akan Bergulir di Payakumbuh Tahun Depan

Program Kota Randang akan Bergulir di Payakumbuh Tahun Depan Foto: Hajrafiv Satya Nugraha/Covesia

Covesia.com - Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz menegaskan bahwa program Kota Randang yang selama ini digadang-gadangkan oleh Pemko Payakumbuh belakangan ini akan digulirkan tahun 2019 mendatang. Bahkan, pada HUT Kota Payakumbuh, 17 Desember 2019 kemarin, Erwin telah mendeklarasikan Payakumbuh City Of Randang di Ngalau Indah.

Program Kota Randang ini dimaksudkan, Payakumbuh akan menjadi sentral Randang dengan memproduksi, menampung, membuat kemasan, jual beli bahan baku serta Randang itu sendiri dari produsen, hingga memasarkan Randang ke belahan dunia. Dengan demikian, diprediksi pertumbuhan ekonomi Kota Payakumbuh akan meningkat sekitar 20 persen dengan rata-rata peningkatan income penduduk rata-rata 50-70 persen.

“Seluruhnya sudah siap untuk action. Tinggal bagaimana kami mempraktekkan apa yang telah di rancang. Tahun 2019, kami siap melaksanakan program Kota Randang,” Kata Erwin Yunaz, Rabu (19/12/2018).

Disebutkan Erwin, persiapan ini telah mencapai 98 persen. Baik teknologi Retouch yang akan digunakan untuk menjaga kualitas Randang, promosi pasar, lalu lintas Randang, model pengemasan hingga memberi kerja sama baik dengan masyarakat maupun pengusaha local dan internasional.

Untuk menjalankan hal ini, Pemko Payakumbuh telah bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), BPPOM Padang, Universitas Andalas dan beberapa lembaga lain.

“Nantinya kami akan mengembangkan teknologi nuklir bersama BATAN untuk pertanian, peternakan dan kuliner di Payakumbuh. Pastinya akan berdampak positif juga terhadap rendang. Karena dari sana bahan bakunya. Termasuk BPPOM Padang yang mengawasi komposisi yang terkandung di dalam Randang. Apakah halal atau tidak,” kata Erwin.

Selama program Payakumbuh City Of Randang bergulir, bahan baku akan diprioritaskan dari hasil bumi masyarakat di Payakumbuh. Baik hasil bumi maupun hasil ternak. Patokan harga beli akan dikeluarkan oleh Pemko Payakumbuh.

“Jadi seluruh aspek Randang yang kami eksploitasi dan diprioritaskan hasil dari Payakumbuh,” katanya.

Saat ini,  ada 37 Industri Kecil dan Menengah (IKM) Randang yang keberadaannya didominasi di Kecamatan Lamposi Tigo Nagari (Latina) sebesar 40,5 persen. Diikuti oleh Kecamatan Payakumbuh Barat sebesar 27 persen dan Payakumbuh Utara sebesar 16 persen.

Rata-rata produksi setiap IKM, bisa menghasilkan 31 Kg Randang per hari. Jika dikalkulasikan seluruhnya, seluruh IKM bisa menghasilkan 1.147 Kg dalam satu hari.

Baca: Payakumbuh Deklarasikan Diri Jadi Kota Randang

(agg/sea)

Berita Terkait

Baca Juga