Batra, Ulat Sagu Kuliner Ekstrem Masyarakat Mentawai

Batra Ulat Sagu Kuliner Ekstrem Masyarakat Mentawai Ulat Sagu (Batra)

Covesia.com - Sumber protein yang lazim  biasanya kita peroleh dari ikan, daging, telur, tahu, tempe, susu dan lainnya. Sementara, masyarakat asli Mentawai dapat menikmati sumber protein  yang berasal dari ulat sagu atau dikenal dengan sebutan Batra.

Suai namanya, ulat sagu atau Batra di berasal dari pohon sagu yang sudah membusuk atau lapuk. Ulat sagu ini berwarna putih kekuningan dengan lipatan kerutan pada bagian tubuhnya dan kepala yang berwarna coklat.

Meski terkesan ekstrim, tubuh ulat sagu terlihat gemuk dan kenyal ini memiliki kandungan protein dan lemak baik untuk kesehatan. 

Masyarakat asli Mentawai ada yang menyantap batra dalam keadaan hidup atau mentah tanpa merasa geli. Selain itu, menu batra juga diolah dengan cara dioseng / digoreng dan di sate / dipanggang.

Diketahui, rasa Batra yang matang sangat gurih dan nikmat. Sementara ulat sagu yang mentah memiliki rasa asam yang mendominasi rasa tawar.

Memang, tidak semua masyarakat Mentawai mau menyantap ulat sagu bahkan ada juga yang bergidik ngeri melihatnya. Namun, untuk sekedar uji nyali buat pecinta kuliner, tidak ada salahnya menikmati ulat sagu yang telah dimasak. 

Kontributor Mentawai: Kornelia Septin Rahayu

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga