HIN Kembali Gelar KulineRUN ke-2 di Padang

HIN Kembali Gelar KulineRUN ke2 di Padang Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero)/HIN Iswandi Said (tengah) saat menjelaskan akan digelar kembali gelar KulineRUN 2018 ke-2 di Padang, Jum'at (3/8/2018)(Foto:Covesia/Primadoni)

Covesia.com - Dengan memanfaatkan momentum “Hari Pariwisata Dunia” (World Tourism Day) yang jatuh pada tanggal 27 September, PT Hotel Indonesia Natour (Persero)/HIN kembali gelar event “The 2nd Padang KulineRUN 2018” pada tanggal 30 September 2018, mendatang. 

Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero)/HIN Iswandi Said mengatakan “The 2nd Padang KulineRUN 2018” diselenggarakan sebagai seri Ianjutan Padang KulineRUN, Malioboro KulineRUN, Medan KulineRUN, Surabaya KulineRUN, dan Sanur KulineRUN yang telah sukses terselenggara berkat sinergi antar BUMN. 

Ia menjelaskan nantinya pada event ini akan mencapai peserta 3000 pelari (dua kali lipat dari peserta tahun lalu) serta penambahan kategori “Half-Marathon” (sejauh 21K), 

“Maka “The 2nd Padang KulineRUN 2018” akan menjadi event Lomba Lari terbesar di Sumatera Barat,” ungkapnya. 

Kemudian kata Iswandi, Konsep unik yang diusung pada “The 2nd Padang KulineRUN 2018” adalah berlari di jalan-jalan utama ibu kota (city run) dalam kategori “Half Marathon 21K, 10K, 5K, dan 2.5K” dan yang menarik yaitu 80% dari jalur Iari dapat menikmati pemandangan pantai Padang yang diakhiri dengan sajian kuliner khas Provinsi Sumatera Barat. Para peserta melakukan start dan finish di Grand Inna Padang. 

Pelaksanaan event “The 2nd Padang KulineRUN 2018” tidak terlepas dari upaya untuk lebih memperkenalkan berbagai keindahan kota Padang dan Sumatera Barat sebagai destinasi wisata dan mengangkat wisata kuliner Minang yang telah diakui dunia. 


Seperti diketahui, sesuai daftar makanan terenak di dunia yang dirilis oleh CNN pada tahun 2017, rendang dari Sumatera Barat menempati peringkat pertama. Pada event “The 2nd Padang KulineRUN ini para peserta juga akan dapat menikmati berbagai kuliner khas Sumatera Barat seperti Iontong gulai khas Padang, sate Padang, bubur kampium, lamang tapai dan lain sebagainya. 

Di samping itu, kata Iswandi lagi, “The 2nd Padang KulineRUN 2018” akan memiliki keunikan tersendiri mengingat akan dimeriahkan juga dengan berbagai atraksi seperti pagelaran seni tradisional, permainan tradisional Minang, KIM, lomba interaktif, serta lomba memasak makanan tradisional khas Minang. 

“Pelaksanaan event series KulineRUN tidak terlepas dari semangat “BUMN Hadir Untuk Negeri”, dan merupakan realisasi komitmen HIN dalam mendukung pengembangan industri kepariwisataan nasional dengan mengangkat dan mengedepankan kearifan lokal, khususnya kekayaan dan keragaman kuliner dari berbagai daerah di Indonesia,” pungkasnya. 

(don)


Berita Terkait

Baca Juga