Soal Tarif, Program Wisata Bendi di Kota Padang Terbengkalai

Soal Tarif Program Wisata Bendi di Kota Padang Terbengkalai Foto:Covesia/Fadil Mz

Covesia.com - Program paket wisata  dengan transportasi bendi di Kota Padang telah dimulai sejak tahun 2017, kegiatan wisata tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Padang untuk meningkatkan penghasilan kusir bendi.

Namun realisasinya, banyak kusir bendi yang mengeluh lantaran sepi penumpang.

"Masih ada juga teman -teman yang bertahan meskipun penghasilan berkurang, terlebih lagi saat ini masyarakat banyak yang menggunkan transportasi online ketimbang bendi," ujar salah seorang kusir bendi, Edo, kepada covesia.com, Sabtu (14/7/2018).

Dikatakannya, pemerintah telah menetapkan tarif untuk berwisata menggunakan bendi sebesar Rp 50 ribu selama 30 menit, meskipun pemerintah telah menetapkan harga yang jelas namun tetap saja sepi pengunjung.

"Kalau di pasar jumlah penumpang lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penumpang saat paket wisata, bagi  penumpang ke arah Purus biasanya dikenakan tarif 20 ribu dan paling jauh ke pelabuhan Teluk Bayur biasanya dikasih 50 ribu," ujarnya.

"Promosi wisata menggunakan bendi oleh Pemko masih minim, makanya lebih baik kami menunggu penumpang di Pasar Raya, belum lagi kebutuhan pakan kuda yang harus dibayar setiap harinya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Medi Iswandi menyebutkan bahwa sebetulnya pemerintah telah berusaha melakukan promosi wisata dengan bendi, namun sebagian kusir bendi malah menetapkan tarif di atas yang disepakati.

"Laporan dari wisatawan ada kusir bendi yang mematok harga sampai Rp 70 ribu untuk setiap 30 menit, ini menjadi keluhan bagi wisatawan," ujar Medi.

Dikatakannya, saat ini tercatat sekitar 50 kusir bendi yang menjadi binaan Pemkot tergabung dalam kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Kota Padang.

"Kita terus mengupayakan bagaimana tarif harga ini disepakati oleh kusir bendi sehingga tidak ada wisatawan yang kecewa bahkan tidak mau menggunakan bendi sebagai alat transportasi," kata dia.

(dil)

Berita Terkait

Baca Juga