Pemkab Pessel: Pengembangan Wisata Bahari Pulau Marak Belum Memiliki Izin

Pemkab Pessel Pengembangan Wisata Bahari Pulau Marak Belum Memiliki Izin Pulau Marak (Dok.Covesia)

Covesia.com - Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pesisir Selatan Mawardi Roska mengungkapkan pengembangan wisata bahari di Pulau Marak, Nagari Sungai Pinang, Kecamatan Koto XI Tarusan hingga saat ini belum memiliki izin.

"Untuk izin pengembangan wisata di kawasan tersebut, kita dari pemda sendiri sampai saat ini belum pernah menerima pengurusan izin dari pihak pengelola," ujar Mawardi Roska kepada Covesia.com, Kamis (12/7/2018).

Dia menambahkan, terkait polemik antara pemilik tanah ulayat dengan pengelola kawasan tersebut harus diselesaikan lewat jalur pengadilan. Sebab, persoalan tersebut adalah hukum perdata.

"Kalau izin, pihak pengelola memang belum ada izin sejauh ini. Tetapi kalau persoalan polemik tanah ulayat harus diselesaikan di pengadilan. Soalnya ini kan hukum perdata," jelasnya.

Ia mengimbau kepada warga Sungai Pinang yang mengklaim kepemilikan tanah ulayat Pulau Marak itu agar segera mengumpulkan bukti-bukti kepemilikan dan segera selesaikan di jalur pengadilan.

"Kepada warga yang menentang, agar segera selesaikan persoalan ini, dengan mengumpulkan bukti-bukti kepemilikan karna ini adalah hukum perdata. Jadi, sesui jalurnya. Harus melalui persidangan pengadilan," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sungai Pinang  M. Zein Dt Rajo Bangkeh menegaskan, saat ini pulau yang secara teritorial terletak di kawasan Sungai Pinang itu diklaim secara sepihak oleh seseorang warga Nagari (Desa) Duku, Tarusan diketahui bernama Alek. Sementara, menurutnya pulau tersebut merupakan ulayat Nagari Sungai Pinang.

Baca Juga: Warga Sungai Pinang Minta Hentikan Aktivitas di Pulau Marak

Kontributor Pessel: Indra Yen

Berita Terkait

Baca Juga