7 Daerah ini Punya Tradisi Unik Peringati Isra Miraj

7 Daerah ini Punya Tradisi Unik Peringati Isra Miraj ilustrasi

Covesia.com - Isra Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW pada malam hari dengan tujuan menerima wahyu Allah SWT berupa salat lima waktu dalam sehari. Sebagai sebuah peristiwa yang dihormati, mayoritas kaum Muslim di seluruh dunia memperingati Isra Mi’raj sebagai bentuk refleksi diri terhadap kualitas ibadah.

Di Indonesia, masyarakat di sejumlah daerah memiliki cara tersendiri memperingati hari Isra Mi’raj. Berikut perayaan hari Isra Mi’raj di beberapa daerah di Indonesia yang tergolong unik dan menarik dirangkum covesia.com dari berbagai sumber:

1. Khatam kitab arjo di Temanggung

Di desa Wonoboyo, Temanggung, Jawa Tengah, masyarakat menggelar acara selepas salat Isya. Acara dimulai dengan tahlil singkat yang dilanjutkan membaca kitab Arja. Kitab tulisan arab pegon karangan KH Ahmad Rifai Al-Jawi yang mengisahkan Isra Miraj secara detail.

2. Rejeban Peksi Buraq, Yogyakarta

Sudah berlangsung dari tahun ke tahun, perayaan ini berlangsung di keraton Yogyakarta. Nama perayaan mereka terinspirasi burung buraq yang menjadi kendaraan Nabi saat melakukan Isra Miraj. Simbol burung buroq tersebut, mereka buat dari kulit jeruk.

Dari keraton Yogyakarta, mereka akan membawa susunan gunungan buah menuju serambi Masjid Gede Kauman. Setelah pengajian, buah-buah tersebut akan dibagikan seusai pengajian.

3. Rajaban, Cirebon, Jawa Barat

Saat Isra Miraj, masyarakat Cirebon mempunyai tradisi untuk berziarah ke Plangon. Terdapat dua makam penyebar ajaran Islam, yakni Pangeran Kejaksan dan Pangeran Panjunan. 

Selain itu, keraton Kesepuhan juga mengadakan pengajian yang siapa pun boleh ikut. Pada akhir acara akan ada nasi bogana yang terdiri dari kentang, telur, ayam, tempe, tahu, parutan kelapa, dan bumbu kuning. Makanan-makanan itu akan dibagikan ke warga keraton, kaum masjid, abdi dalem, dan masyarakat mager sari.

4. Nganggung, Bangka Belitung

Bersamaan dengan menikmati keindahan alamnya, kamu juga bisa menyaksikan tradisi nganggung di Bangka Belitung. Masyarakat Bangka Selatan akan membagikan makanan berupa kue, buahan-buahan, atau nasi beserta lauknya. Uniknya, mereka akan mengantarkan makanan tersebut menggunakan dulang atau rantang.

5. Nyadran Desa, Siwarak, Jawa Tengah

Tradisi ini sayang untuk dilewatkan jika sedang berada di daerah Kecamatan Gunungpati, Siwarak. Masyarakat setempat akan mengadakan kirab budaya seperti mengarak replika hewan dan hasil bumi diiringi musik khas. Pada sesi terakhir, mereka akan menampilkan beragam atraksi menarik, seperti pencak silat, tarian, dan cerita awal mula Siwarak.

6. Tradisi Ambengan, hampir di seluruh wilayah Jawa

Tampaknya tradisi ini sudah sangat familiar di Indonesia, khususnya di Jawa. Meski  mempunyai nama yang berbeda-beda, ambengan sendiri berarti makan bersama masyarakat.

Mereka akan membawa makanan ke masjid sebelum pelaksanaan salat Magrib. Setelah salat berjamaah dan pengajian, makanan tersebut akan dibagikan untuk makan bersama atau dibawa pulang.

7. Marhabanan, Bogor, Jawa Barat

Desa Malasari, Bogor kerap menyambut Isra Miraj dengan menggelar pengajian yang dipimpin ustad atau tokoh agama setempat. Mereka biasanya melakukan pembacaan qasidah yang dikemas dalam rangkaian syair indah bak lagu (nadhom). Acara ditutup dengan menyantap makanan dan dilanjutkan untuk salat Isya.

Pastinya masih ada banyak lagi tradisi unik yang dilakukan masyarakat Indonesia. Tradisi-tradisi unik itu bisa dijadikan traveling budaya yang seru banget, nih. 

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga