Fakta Jumat Agung dan Soal Penyaliban Yesus

Fakta Jumat Agung dan Soal Penyaliban Yesus Pixabay

Covesia.com - Hari ini Jumat (30/3/2018), umat Kristiani akan merayakan perayaan hari Jumat Agung. Dikutip covesia.com dari lama Wikipedia, Jumat Agung adalah Hari Jumat sebelum Minggu Paskah, hari peringatan Penyaliban Yesus Kristus dan wafatNya di Golgota.

Jumat Agung merupakan peringatan ketika Yesus disalibkan untuk membayar hukuman atas dosa-dosa, dan memberikan keselamatan kepada semua orang melalui kebangkitan-Nya dari kematian. Hari kematian itu sendiri tidak dicatat jelas di Alkitab.

Ada yang menduga jatuh pada hari Rabu, tetapi lebih banyak yang menempatkan pada hari Jumat. Berdasarkan rincian kitab suci mengenai Pengadilan Sanhedrin atas Yesus, dan analisis ilmiah, peristiwa penyaliban Yesus sangat mungkin terjadi pada hari Jumat, namun tanggal terjadinya tidak diketahui dengan pasti, dan akhir-akhir ini diperkirakan terjadi pada tahun 33 Masehi, oleh dua kelompok ilmuwan, dan sebelumnya diperkirakan terjadi pada tahun 34 Masehi oleh Isaac Newton via perhitungan selisih-selisih antara kalender Yahudi dan kalender Julian dan besarnya bulan sabit

Dalam perayaan hari tersebut, banyak gereja yang akan menggelar berbagai perayaan atau acara. Namun di luar segala bentuk perayaan tersebut, ternyata Jumat Agung juga sering disebut sebagai 'Good Friday'.

Jumat Agung sering disebut sebagai 'Good Friday' atau Jumat Baik karena Yesus datang memenuhi misi-Nya dan menyelesaikan-Nya dengan tuntas. Maka dari itu pada tanggal 30 Maret 2018 besok disebut sebagai hari Jumat yang baik.

Dilansir dari berbagai sumber berikut beberapa hal baik yang diterjadi di Jumat Agung sehingga dijuluki sebagai 'Good Friday':

  1. Setelah datang dengan mengambil rupa sebagai manusia, Yesus juga rela merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib (Filipi 2: 8).
  2. Hari Jumat ini dianggap baik karena salib, Ia ditinggikan dan menerima karunia nama di atas segala nama (Filipi 2: 9).
  3. Hari Jumat ini membawa sesuatu yang baik karena salib Yesus memberikan kekuatan. Supaya dalam nama-Nya semua mahluk bertekuk lutut di hadapan-Nya, di langit dan di bumi, segala lidah mengaku bahwa Yesus Kristus adalah tuhan bagi kemuliaan Allah Bapa (Filipi 2: 10-11).
  4. Jumat itu baik karena Tuhan bekerja di dalam hidup kita. “….kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” (Filipi 2: 12-13)
  5. Jumat Agung itu baik karena hari itu telah membawa perubahan karakter atas hidup semua umat manusia. “Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia” (Filipi 2: 14-15).

(sea)

( )

Berita Terkait

Baca Juga