5 Survival Kit ini Wajib Diselipkan Dalam Perlengkapan Naik Gunung Anda

5 Survival Kit ini Wajib Diselipkan Dalam Perlengkapan Naik Gunung Anda Pixabay

Covesia.com - Aktivitas naik gunung belakangan ini sudah semakin jamak dilakukan banyak orang. Naik gunung kerap dilakukan karena godaan alam Indonesia terlalu sulit diabaikan.

Dilansir dari situs Gunung.id, setidaknya ada sekitar 103 gunung di Indonesia yang acap jadi tujuan pendakian para mountaineer. Nah, kalau boleh tahu, ada berapa banyak gunung yang sudah pernah kamu taklukan, nih?

Meski jadi aktivitas yang pupuler, tapi masih banyak juga sih yang belum pernah mencoba hiking ke gunung. Bukan apa-apa, bisa jadi yang belum pernah naik gunung alasannya bukan karena ogah atau skeptis pada keindahan alam Indonesia.

Semua orang berhak bebas menikmati keindahan di gunung. Tapi yang indah-indah itu mesti dibarengi dengan kewaspadaan. Jangan justru bablas blas terbuai yang indah-indah. Kita juga tetap perlu siaga dalam segala situasi, termasuk situasi darurat yang amit-amit kejadian.

Jangan karena merasa udah pengalaman naik gunung berkali-kali, kamu sampai lupa membawa benda-benda untuk situasi darurat. Nah, apa saja tuh survival kit yang perlu dibawa untuk melengkapi perlengkapan naik gunungmu? Ada daftarnya nih, ada lima benda dikutip covesia.com dari laman iprice. Bisa menebak salah satunya?

1. Pisau Multifungsi untuk Perlengkapan Naik Gunung

Pisau multifungsi pastilah sangat berguna dibawa sebagai salah satu perlengkapan naik gunung. Namanya saja sudah pisau multifungsi, tentu fungsinya akan banyak banget. Mulai dari sekadar potong tali, potong dahan, hingga buat dipake potong bahan-bahan masak. Desainnya yang simpel dan punya bundle tidak akan menghabiskan banyak tempat penyimpanan.

Salah satu pisau multifungsi yang sering diandalkan para mountaineer untuk naik gunung adalah pisau Victorinox Swiss Army Super Tinker. Pisau ini memiliki 14 fungsi untuk mengawal petualanganmu. Material utama perangkat ini adalah stainless steel, jadi kamu tak perlu mengkhawatirkan durabilitasnya.

2. Senter untuk Perlengkapan Naik Gunung

Fungsi utama senter adalah untuk penerangan. Kamu juga pasti paham bahwa aktivitas di alam terbuka seperti di atas gunung tidaklah kaya dengan listrik pasokan PLN. Maka, akan sangat bijak bila kamu menyelipkan senter yang “beneran” senter ke dalam daftar perlengkapan naik gunung.

Percaya deh, hanya mengandalkan senter ala-ala dari aplikasi smartphone tidak akan maksimal. Apalagi jika dalam situasi darurat. Dari pengalaman di lapangan nih ya, pancaran cahaya dari ponsel pintar hanya mampu memberi jangkauan pandangan yang sempit.

Berbeda dengan senter yang memang dibuat khusus untuk aktivitas luar ruangan. Bahkan cakupan sorot cahayanya ada yang bisa mencapai 1,5 kilometer. Dengan jangkauan sejauh itu, senter bisa kamu pakai untuk memberi sinyal SOS saat tersesat atau momen panik lainnya.

Salah satu contoh senter terbaik yang bisa menjangkau jarak jauh adalah Nitecore MH10. Selain karena mampu memberi hantaran cahaya hingga sejauh 232 meter, banderol harga senter ini juga cukup bersahabat untuk penanjak gunung yang sekadar hobi sepertimu.

Selain itu, ada pula senter untuk aktivitas outdoor yang bisa dipakai untuk memasak karena hantaran panasnya bersuhu sangat tinggi. Jadi kalau kepepet kamu tak perlu memasak di atas kompor. Cukup sinari permukaan nesting dengan senter ini.

3. Peluit untuk Perlengkapan Naik Gunung

Peluit? Yang benar? Untuk apa? Mungkin lontaran pertanyaan ini akan berputar-putar di benakmu. Bukan mengada-ngada, kok. Peluit adalah salah satu survival kit yang krusial.

Apa jadinya bila butuh pertolongan pertama atau memanggil rekan pendaki ketika kamu terlalu jauh tertinggal di belakang, atau justru… tersesat? Peluit akan lebih efektif membantumu menyuarakan keadaan darurat dibanding suara teriakan yang kadang tidak cukup kuat untuk merambat jauh di dalam hutan.

Tapi peluit bukan sembarang peluit ya. Jangan karena harganya murah dan mudah didapat, kamu menjatuhkan pilihan pada peluit yang biasa dipakai tukang parkir. Peluit yang layak digunakan untuk keadaan darurat adalah peluit yang suaranya sangat nyaring, berbobot cukup ringan dan berukuran cukup kecil.

Lalu, apa sih peluit terbaik yang perlu dicermati? Sebenarnya ada banyak peluit darurat yang dijual bebas di dunia ini. Sayangnya tidak semua merek peluit darurat yang bagus sudah masuk ke Indonesia. Namun, satu rekomendasi yang bisa kamu pertimbangkan adalah peluit buatan Fox 40, terutama yang seri Fox 40 Sonik Blast CMG.

Tak perlu bingung bisa beli dimana. Merek peluit darurat yang satu ini sudah banyak dijual di toko perlengkapan naik gunung, baik dijual secara online ataupun offline. Selain itu, harganya juga tergolong bersahabat jika dibandingkan dengan peluit sejenis dari merek lain.

Dari segi kualitas, peluit yang dibuat dari material plastik ABS ini cukup awet meski selalu dipakai pada kondisi paling pelik sekalipun. Tingkat keberisikannya pun cukup “mengganggu”, yakni hingga 120 desibel.

4. Batang Fosfor untuk Perlengkapan Naik Gunung

Apa kamu sudah pernah melihat batang fosfor secara langsung? Itu lho, glow stick yang biasa ada di konser-konser JKT 48. Batang fosfor sebetulnya tidak sekadar dipakai untuk properti konser-konser Korea, tapi juga bermanfaat untuk survival kit dalam situasi darurat. Misalnya, untuk penerangan di malam hari. Kalau senter yang dibawa sudah kehabisan daya, kamu bisa gunakan batang fosfor untuk pencahayaan darurat.

Batang fosfor terbaik yang kami rekomendasikan untuk dibawa ketika naik gunung adalah dari merek Cyalume. Ada banyak tingkatan dari produk batang fosfor ini. Dari yang hanya untuk keperluan harian hingga untuk keperluan militer. Begitu dinyalakan, sinar yang dipancarkan batang fosfor buatan Cyalume dapat bertahan hingga 12 jam.

5. Power Bank untuk Perlengkapan Naik Gunung

Nah, barangkali survival kit yang satu ini agaknya cukup krusial, apalagi kalau suka bawa banyak barang elektronik. Seiring perkembangan zaman, aktivitas naik gunung sekarang semakin sering diabadikan dalam bentuk foto dan video sebagai kenang-kenangan.

Maka, dari kamera DSLR, kamera aksi, hingga smartphone berkamera resolusi tinggi jadi bawaan yang tidak pernah ketinggalan. Lagian, ada pepatah yang mengatakan "leave nothing but footprints. Take nothing but pictures. Kill nothing but time." Dan ketika baterai kamera aksi habis, power bank bisa jadi sumber cadangan energi.

Salah satu power bank terbaik yang bisa kamu gunakan adalah Xiaomi Mi Power Bank yang berkapasitas 20.000 mAh. Daya sebesar itu tidak akan membuatmu mati kutu karena masalah low batt pada gadget.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga