Laskar Turtle Camp Ampiang Parak, Tempat Wisata dan Belajar Mengenal Penyu

Laskar Turtle Camp Ampiang Parak Tempat Wisata dan Belajar Mengenal Penyu Ilustrasi (sepriadiblog.com)

Covesia.com - Antrian pengunjung terlihat mengular di pintu tiket masuk Laskar Turtle Camp (Pulau Penyu) Ampiang Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) pada, Minggu (18/2/2018).

Menjadi satu-satunya tempat wisata yang menjaga dan melestarikan penyu di wilayah itu, Laskar Turtle Camp Ampiang Parak atau pulau penyu wajar banyak diminati oleh wisatawan yang berlibur bersama keluarga.

Cukup dengan membeli tiket kapal seharga Rp5000 untuk satu orang dewasa dan Rp3000 untuk anak-anak para pelancong sudah bisa berlayar. Waktu yang di tempuh pun tidak begitu lama, hanya sekitar 5 menit mengarungi muara sungai, pengunjung sudah bisa sampai di pulau yang di maksud.

Disana, selain bisa menyaksikan secara langsung kura-kura laut dari berbagai usia dan diameter, pengunjung juga akan dimanjakan oleh pemandangan pantai yang indah bersih serta jajaran pohon pinus yang tertata rapi.

Salah seorang pengunjung Hendri (25) mengatakan, dirinya sangat menikmati liburan di Laskar Turtle Camp ini. Karena menurutnya objek wisata disini bisa mengobati rasa penasaran tentang salah satu biota laut yang saat ini tengah terancam populasinya tersebut.

"Tempat ini sangat menarik perhatian dan buat penasaran. Karna saya dapat menyaksikan langsung penyu yang selama ini hanya dapat melihat dari berbentuk gambar atau video saja. Selain itu tempatnya juga indah sangat nikmat buat refresing."tuturnya kepada covesia.com.

Sementara itu, petugas divisi pengawas dan lingkungan wisata Laskar Turtle Camp Ampiang Parak, Desfrianto menuturkan, setiap akhir pekan maupun libur nasional, objek wisata ini senantiasa ramai dikunjungi wisatawan, baik dari komunitas maupun perorangan.

"Ya wisata yang satu-satunya yang kita miliki sudah sangat diminati oleh para pencinta penyu dan pantai, sehingga saat ini pengunjung rela antrian panjang untuk mendapatkan tiket kapal," tuturnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini baru ada dua unit kapal yang beroperasi untuk mengangkut pelancong pulang dan pergi ke pulau.

"Dengan kapasitas muatan 40 orang, sehingga pengunjung harus antrian," tambahnya mengakhiri.

Kontributor Pessel: Indra Yen

Berita Terkait

Baca Juga