10 Tempat Wisata di Papua ini Wajib Anda Kunjungi, Minimal Sekali Seumur Hidup

10 Tempat Wisata di Papua ini Wajib Anda Kunjungi Minimal Sekali Seumur Hidup Danau Sentani Papua

Covesia.com - Sudah jadi rahasia umum bahwa Indonesia memang surga tersembunyi bagi para traveler, baik lokal maupun mancanegara. Pantai dan pemandangan gunung yang indah di berbagai pelosok negeri sudah bukan rahasia lagi. 

Tempat wisata di Indonesia yang unik dan menarik, tepatnya bisa kita temui di Papua. Papua memiliki banyak taman nasional dan juga keberagaman budaya yang menarik untuk dilihat dan dikunjungi.

Papua juga membuka mata kita untuk melihat bahwa tempat yang indah di Indonesia bukan hanya di tempat-tempat ramai pengunjung saja. Kita bisa merasakan kehidupan penduduk setempat yang masih tradisional, berwisata sambil menikmati alam dan mencoba sajian kuliner khas daerah. 

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 10 rekomendasi tempat wisata di Papua yang wajib untuk anda kunjungi, minimal sekali seumur hidup:

1. Pulau Biak

Pulau Biak dan Pulau Numfor merupakan satu kesatuan yang membentuk kabupaten Biak. Pulau yang terletak di teluk Cendrawasih ini memiliki banyak tempat menarik untuk dikunjungi. Di Biak Utara, terdapat Kampung Amoi yang terkenal dengan keindahan pemandangannya.

Selain itu, ada juga Museum Cendrawasih yang memiliki banyak koleksi pada zaman Perang Dunia II. Jangan lupa untuk mencoba makanan khas di daerah Biak. Singkong Marapen adalah salah satunya.

Singkong yang diolah dengan cara dibungkus pelepah pisang dan kemudian di bakar di atas bara ini merupakan suguhan yang wajib dinikmati. Ada juga Japan Iyen, keladi yang direbus tanpa bumbu dan disajikan dengan ikan laut bumbu pedas.

Salah satu objek wisata di Biak adalah Taman Burung dan Taman Anggrek yang terletak di daerah Bosnik. Terdapat koleksi burung dan tanaman yang cukup beragam dan lengkap dengan informasi . Di sekitar daerah Biak, ada banyak sekali destinasi wisata yang menarik, seperti pantai Bosnik dan air terjun Wafsarak yang berada di sekitar pulau Biak.

2. Pantai Bosnik

Merupakan pantai yang terletak sekitar 15 kilometer dari kota Biak. Meskipun memiliki pemandangan bawah air yang indah, tetapi para turis yang hendak snorkeling harap untuk tetap berhati-hati dengan bahaya wisata air. Untuk para traveler yang tidak ingin snorkeling pun bisa bersantai dan menikmati pemandangan pasir putih dan air biru di pantai Bosnik.

Pantai yang cukup ramai dengan pengunjung karena pemandangannya ini memang meminta pungutan bayaran untuk masuk ke daerah pantai. Tetapi, tentunya sangat sepadan dengan pemandangan dan juga suasana yang indah tetapi tetap menenangkan.

3. Air terjun Wafsarak

Terletak cukup jauh dari kota Biak, air terjun yang harus ditempuh 2 jam dari pusat kota dengan mobil atau motor ini juga terletak tidak jauh dari pantai. Air terjun yang juga disebut dengan air terjun Warsa ini memiliki ketinggian sekitar 10 meter, meskipun tergolong landai, tetapi pemandangan air terjun dan suara gemerisik air yang menyambut kita ketika memasuki wilayah air terjun sangat menenangkan.

Penduduk setempat sangat menjaga kebersihan obyek wisata ini, bisa dilihat dari warna air terjun yang kebiruan dan pemandangan sejuk yang masih alami. Mendatangi air terjun ini, kita diperbolehkan untuk berenang, dan menikmati pemandangan air terjun ini dari atas bukit yang tidak kalah indahnya.

Tentunya, dengan syarat kita tidak sembarangan membuang sampah atau mengotori wilayah sekitar air terjun. Untuk para wisatawan yang menyukai wisata air terjun, tentunya banyak tempat yang juga memberi keindahan wisata air terjun di Indonesia yang wajib dikunjungi.

4. Danau Sentani

Danau yang berada di bawah lereng Pegunungan Cagar Alam Cyclops ini memiliki 22 “pulau” di dalamnya ini sangat besar sampai bisa terlihat dari udara ketika kita naik pesawat. Untuk mengunjungi pulau-pulau di dalamnya, kita bisa menyewa motorboat kecil di salah satu desa di dekat danau.

Terdapat 24 desa di sekitar danau ini, dan kita bisa membeli kerajinan tangan lokal serta mencicipi hidangan kuliner di berbagai tempat wisata di Papua seperti papeda dan juga ikan yang diolah.

Salah satu pulau yang sering dikunjungi wisatawan adalah pulau Asei, yang juga menjual kerajinan khas berupa ukiran kayu dan juga kerajinan tangan lainnya yang tidak kalah menarik. Ada lebih dari 30 jenis ikan di sekitar danau, dan kita juga bisa menyaksikan penduduk sekitar menangkap dan mengolah ikan.

Salah satu yang menarik dari juga adalah pada bulan Juni, kita bisa menyaksikan festival yaitu atraksi dari penduduk lokal dan juga tarian perang.

5. Danau Paniai

Pernah menyandang gelar sebagai danau terindah ke-157 di dunia pada bulan November 2007, pemandangan danau ini sudah tidak bisa diragukan lagi. Untuk mencapai danau ini, bisa dengan berkendara dari kota Enarotali, atau bisa juga dengan jalur udara yaitu menaiki pesawat jenis Cessna.

Banyak wisatawan lokal maupun luar negeri yang mengincar pemandangan danau pada saat matahari terbenam.

Daerah danau Paniai terletak di pegunungan dan berada sekitar 1700 meter di atas permukaan air laut, membuat suasana di sekitar danau sejuk. Meskipun terletak di daerah pegunungan, danau Paniai memiliki banyak spesies udang dan ikan. Salah satunya adalah udang selingkuh, sejenis udang yang merupakan spesies endemik Papua.

Selain menikmati pemandangan di danau, para wisatawan juga bisa menikmati kegiatan lain seperti memancing ikan dan binatang laut air tawar, atau menikmati pemandangan di danau dengan menyewa perahu.

Terdapat banyak fasilitas di sekitar danau, salah satunya adalah guesthouse, travel agent, hotel, restoran, dan juga toko cenderamata. Kita juga bisa menyewa seorang guide dan memanfaatkan fungsi tour guide untuk membantu kita dengan perjalanan.

6. Baliem

Lembah Baliem merupakan tempat tinggal suku Dani, suku Yali, dan suku Lani. Terletak di sekitar gunung Jayawijaya, yang termasuk gunung terindah di Indonesia. Lembah ini memiliki temperatur yang rendah, tetapi sepadan dengan pemandangan yang bisa dilihat sepanjang perjalanan.

Perjalanan menuju lembah Baliem termasuk sulit, meskipun begitu, kita bisa mencapainya dengan pesawat dari kota Jayapura dan langsung menuju ke kota Wamena, kota utama di daerah lembah Baliem.

Pemandangan di sekitar lembah Baliem menggambarkan peradaban pada zaman batu, dan kebanyakan tempat hanya bisa diakses dengan menggunakan sepeda atau berjalan kaki. Pedesaan di sekitar lembah bisa menjadi tempat wisata utama, karena kita bisa trekking sambil mengintip kehidupan masyarakat Baliem yang masih sangat menjaga citra tradisional. Salah satu yang tidak bisa luput dari daerah Wamena adalah mumi berumur 400 tahun di daerah Akima, sekitar 20 kilometer dari Wamena.

7. Manokwari 

Di Manokwari, terdapat sebuah tugu Jepang yang merupakan peringatan mendaratnya tentara Jepang untuk pertama kalinya di Manokwari. Ada juga tradisi unik penduduk sekitar, yaitu pemanggilan ikan dengan menggunakan peluit dari karang. Tradisi ini masih dilakukan di Pantai Bakaro yang terletak di pesisir utara Manokwari.

Salah satu hidangan khas Manokwari dan juga Papua adalah papeda, atau sering juga disebut sebagai bubur sagu. Papeda yang terbuat dari tepung sagu biasanya disantap sebagai pengganti nasi dan disajikan dengan ikan dan kuah kuning yang dibuat dengan tongkol dan bumbu tradisional. Untuk camilan, kita bisa mencoba sagu lempeng yang biasa disajikan sebagai teman minum kopi dan teh.

Terdapat banyak wisata alam dan berbagai jenis wisata air yang bisa dilihat di sekitar daerah Manokwari. Salah satunya adalah pegunungan Arfak yang merupakan cagar alam dilindungi, tidak salah jika orang setempat ingin menjadikan tempat ini sebagai salah satu di dalam pemandangan terindah di dunia.

8. Pegunungan Arfak

Merupakan titik tertinggi di Papua Barat, dengan tinggi mencapai 2.940 meter di atas permukaan laut (dpl). Dari puncak pegunungan Arfak, kita dapat melihat pemandangan kota Manokwari, dan terkadang pada waktu musim dingin, puncak pegunungan bisa tertutup salju. Meskipun kita bisa ditemani oleh pemandu atau guide, tetapi ada baiknya kita tidak melupakan pantangan saat naik gunung.

Di pegunungan ini juga terdapat dua danau kembar. Menurut cerita penduduk setempat, kedua danau ini terbentuk dari kisah cinta dua orang, yang mengabadikan diri mereka menjadi dua danau. Di masing-masing danau juga konon terdapat naga berjenis kelamin jantan dan betina. Oleh karena itu, berdasarkan cerita mengenai adanya dua ekor naga tersebut, penduduk setempat percaya kalau danau kembar ini juga memiliki jenis kelamin jantan dan betina. Penduduk setempat menamai danau jantan dengan nama Anggi Ginji dan yang betina sebagai Anggi Gita

9. Cagar Alam Wondiwoy

Jika kita hanya ingin berjalan-jalan atau trekking dengan tenang sambil menikmati pemandangan, bukan hanya bersantai di pantai saja, maka tempat ini jenis jenis tempat berwisata kita. Cagar Alam Pegunungan Wondiwoy ini merupakan tempat yang tepat untuk kita yang menyukai kegiatan berjalan-jalan di alam dan menikmati udara segar. Tidak terlalu jauh dari kota, terletak 5 kilometer dari kota Manokwari, cagar alam pegungungan Wondiwoy memiliki 147 spesies flora dan fauna.

Dari cagar alam, kita juga bisa menikmati pemandangan teluk Cendrawasih dan Teluk Wandamen yang menakjubkan. Meskipun untuk mencapainya tergolong sulit, yaitu karena kita harus menaiki pesawat terbang jenis Cessna untuk smapai ke tengah cagar alam ini, tetapi pemandangan dan keberagaman flora dan fauna yang terdapat di dalamnya sebanding dengan perjalanan yang kita tempuh.

10. Raja Ampat

Raja Ampat awalnya merupakan satu kesatuan dengan kabupaten Sorong, sampai akhirnya menjadi kabupaten Raja Ampat pada tahun 2004. Kepulauan dengan pemandangan bawah air yang indah ini sudah dikenal banyak turis lokal maupun luar negeri, dan termasuk menjadi salah satu situs warisan dunia dengan  pemandangan terindah di dunia.

Untuk mencapai dan berjalan-jalan di sekitar pulau ini, kita bisa menaiki kapal atau menginap di salah satu resort di kepulauan Raja Ampat. Tempat yang luar biasa indahnya ini tentunya sangat populer menjadi tempat wisata yang cocok untuk anak muda dan juga pasangan yang sedang ingin mencari tempat wisata untuk bulan madu.

Meskipun banyak penyelam yang menjadikan pulau ini destinasi pilihan karena memiliki banyak jenis terumbu karang dan hewan laut, tetapi banyak juga yang bisa dilihat di Raja Ampat selain keindahan bawah lautnya. Salah satunya adalah pantai berpasir putih, gugusan pulau-pulau karst, dan juga flora fauna endemik seperti cendrawasih dan anggrek.

Salah satu yang menarik dari pulau Raja Ampat adalah peninggalan prasejarahnya. Terletak di kawasan gugusan Misool, terdapat cap-cap tangan pada dinding batu karang. Cap-cap tangan yang diyakini berusia 50.000 tahun ini berada sangat dekat dengan permukaan laut dan tidak berada di dalam gua. Selain itu, terdapat juga bekas peninggalan pesawat udara yang karam peninggalan Perang Dunia II di pulau Wai.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga