Keindahan Pantai Pasir Putih Padang Belum Terjamah Banyak Wisatawan

Keindahan Pantai Pasir Putih Padang Belum Terjamah Banyak Wisatawan Foto: Laila Marni/covesia.com

Covesia.com - Akhir pekan waktu yang paling tepat menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta. Jika Anda warga Kota Padang atau wisatawan yang berkunjung ke Kota Bengkoang ini Anda wajib mengunjungi pantainya. 

Di padang terdapat banyak pantai yang indah sekadar melepas penat dan menyaksikan matahari tenggelam. Yang paling terkenal, ya Pantai Padang Tapi Lauik (Taplau). Hampir setiap hari orang mengunjungi pantai ini karena akses jalan yang mudah dan banyak pedagang yang menjual beraneka jajanan khas yang paling diburu wisatawan.

Namun, pada kesempatan kali ini Covesia.com tidak membahas secara mendalam tentang Pantai Padang akan tetapi membahas pantai keren, namun sepi pengunjung.

Namanya Pantai Pasir Putih Padang. Terdapat tidak jauh dari pusat kota. Bertetangga dengan Pantai Ujung Batu yang memiliki pohon pinus namun dibatasi laut. Jalan masuk ke pantai ini bisa melewati tepian pantai di dekat Jembatan Muaro Panjalinan, Tabing, Kota Padang. 

Pantai Pasir Putih biasa didatangi oleh penyuka surfing. Sebab ombaknya tinggi dan pantainya panjang. Satu lagi yang paling penting harga masuk ke objek wisata ini hanya cukup membayar uang parkir kendaraan. Jika berjalan kaki tentu tak perlu bayar apa-apa alias gratis. 

Jika Anda berminat ke pantai ini, belokkan kendaraan Anda ke jalan Pasir putih dekat stasiun Tabing, Padang. Ikuti saja jalan tersebut hingga sampai dekat sebuah Mesjid Muhajirin Pasir Putih Padang. Beberapa meter sesudahnya Anda akan disuguhi pemandangan laut yang memikat mata. 

Setelah memarkirkan kendaraan roda dua atau roda empat, Anda menuju ke arah kiri. Terdapat sebuah Bank sampah dan Minibar yang diberi nama Birau Caffe and Surf school. Uniknya tempat ini adalah bangunan yang terbuat dari kayu dan hiasan ya dari sampah bekas seperti botol kava minuman, sandal jepit yang putus digantung. 

Untuk sampai ke pantai pasir putih, pengunjung harus melintasi jembatan kayu yang di buat oleh masyarakat setempat. Saat ini jembatan terlihat tidak kokoh lagi karena dimakan usia. Di sebelah kiri jembatan terdapat rawa. 

Mata pengunjung akan kembali dimanjakan, bagaimana barang bekas bisa dimanfaatkan oleh warga untuk menanam pohon, salah satunya bekas closet duduk ditanami pohon. Pemandangan yang unik melihat closet ada di tempat terbuka, dan ditumbuhi oleh pohon. 

Setelah 20 meter berjalan kaki, wisatawan bisa duduk di kursi-kursi yang disediakan oleh Pengelola. Juga ban bekas di sekitaran pohon. Pengunjung juga bisa duduk di atas rumput.

Namun demikian, di Pantai Pasir Putih ini tidak ada pedagang yang berjalan seperti halnya di Pantai Padang. Jika mau ke sini, alangkah baiknya membawa stok makanan dari luar, jangan lupa buang sampah pada tempatnya.

Salah satu pengunjung yang Covesia.com temui adalah Maharani (24) yang merupakan mahasiswa di salah satu Perguruan tinggi di Kota Padang. Maharani mengatakan bahwa Pantai ini sangat tepat untuk menyaksikan sunset dan bersantai dengan keluarga.

"Pantai ini jauh dari hiruk pikuk jalan raya. Jadi serasa ada privasi tersendiri, apalagi pengunjungnya tidak padat. Sangat bagus untuk mengambil vidio dan foto," ungkap Maharani, Sabtu (6/2/2021).

Tak hanya itu, Maharani mengaku sudah lebih dua kali ke pantai ini. " Pantai ini bagus, namun mungkin kurang promosi dari warga sekitar tak banyak yng datang. Yang paling menyenangkan adalah melihat orang surfing, dan anak-anak melompat dari perahu di dekat rawa sebelum masuk ke pantai," ujarnya.

Patut kiranya untuk yang suka surfing dan melihat orang surfing ke pantai pasir putih padang ini. Bahkan dari sini juga bisa melihat keindahan deretan pohon pinus di seberang pantai. 

(lia)

Berita Terkait

Baca Juga