Masjid Al Hakim, Replika Keindahan Taj Mahal di Kota Padang

Masjid Al Hakim Replika Keindahan Taj Mahal di Kota Padang Foto: Laila Marni

Covesia.com - Sumatera Barat adalah salah satu dari sekian banyak provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan. Tak hanya kekayaan alam tapi juga kultur, budaya, kuliner hingga tempat wisata yang dapat memanjakan para pecandu wisata. 

Sejumlah objek wisata dimiliki Sumbar di berbagai daerahnya. Wisata laut dan pantai yang terkenal seperti Pantai Padang, Mandeh. Wisata pegunungan, ada beeberapa gunung yang bisa didaki seperti Marapi, Singgalang, Talang. Wisata sejarah, seperti muesum Adityawarman, kuliner, juga wisata lainnya. Bahkan Sumbar digadang-gadang akan fokus pada wisata halal. 

Wisata halal merupakan strategi pemasaran untuk menarik kunjungan wisatawan muslim dengan menyediakan kebutuhan beribadahnya selama berwisata.

Pariwisata dan wisata halal di Sumbar

Berbagai fasilitas yang disediakan di tempat wisata halal ialah tempat untuk sholat, tempat berwudlu yang bersih, ada penunjuk arah kiblat di hotel, tempat menginap yang bersih dan tersedianya makanan higienis serta halal. 

Berdasarkan data Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019, jumlah wisatawan muslim di seluruh dunia pada 2030 akan berjumlah 320 juta. Indonesia bahkan menduduki peringkat pertamadestinasi wisata halal dunia versi GMTI 2019.

Sumatera Barat menjadi salah satu dari 10 Destinasi Halal Prioritas Nasional tahun 2018 yang mengacu standar GMTI.  Sembilan daerah lainnya yakni Aceh, Riau dan Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur (Malang Raya), Lombok, dan Sulawesi Selatan (Makassar). 

Masjid Al-Hakim, Replika Taj Mahal di Kota Padang

Pariwisata Sumbar selalu punya alasan untuk menjadi sorotan. Salah satunya Mesjid Al Hakim yang berdiri megah di tepian Pantai Padang. Sekilas Mesjid tersebut serupa dengan Taj Mahal Bangunan ini berdiri kokoh di Agra, India. 

Benar saja, saat Covesia.com berkunjung ke mesjid tersebut dan menemui pengurusnya dia mengatakan bahwa Mesjid Al Hakim memang terinspirasi dari bangunan di India yang juga merupakan salah satu keajaiban dunia tersebut. 

"Arsitekturnya kita terinspirasi dari Taj Mahal. Setelah kita lakukan diskusi dengan yang mendanai pembangunan mesjid ini Taj Mahal ternyata yang paling cocok,"ungkap Pengurus Mesjid Al Hakim, Herius Nasir kepada Covesia, Minggu (27/9/2020).

Ditanya perihal kenapa Mesjid Al Hakim replika Taj Mahal, Herius bercerita bahwa di zaman yang informasi canggih kita googling cari mana yang cocok kita cari yang sesuai strukturnya. Nah saat melihat informasi tentang Taj Mahal di artikel akhirnya saya langsung ke sana melihat langsung arsitekturnya. 

"Kalau Taj Mahal sejarahnya seorang raja yang cinta dengan istrinya meninggal, lalu membuat kuburan di situ. Tempat yang indah megah dan akhirnya memutuskan untuk membangun mesjid dengan arsitektur menyerupai Taj Mahal," jelasnya. 

Herius mengatakan kalau Taj Mahal di belakang mesjidnya ada  Sungai Jaipur, kalau kita laut lepas. Dengan adanya mesjid ini bertambah icon wisata religius dan wisata halal untuk Sumbar di Padang." "Jadi yang ke sini tidak hanya untuk berwisata tapi juga beribadah,"katanya. 

Mesjid Al Hakim akan Diresmikan Presiden RI Joko Widodo 

Daya tarik Mesjid Al Hakim atau Al Hakim Islamic Center telah sampai kepada banyak orang. Khususnya di sosial media foto dari kemegahan mesjid ini tersebar luas. Wisatawan dari berbagai daerah seperti Medan, Riau, Jambi sempat melaksanakan ibadah shalat dan menyaksikan matahari terbenam di belakang mesjid. 

Dari pantauan Covesia.com mesjid semakin ramai saat waktu shalat tiba. Fasilitas mesjid seperti tempat berwudu, sajadah, lahan parkir dan sebagainya sudah tersedia. Bahkan ada yang menjaga atau satpam. 

Tak tanggung-tanggung, selain mewah dan indah mesjid ini ramah untuk kaum difabel. Tak hanya disediakan tangga juga disediakan jalan khusus untuk difabel. "Ini smart mosque jadi bisa untuk orang tua, difable yang memakai kursi roda," ungkap Herius Nasir. 

Mengenai pendanaan, mesjid ini dibiayai pembangunannya oleh H. Arnes Azwar sedangkan untuk tanah merupakan tanah Pemda. Herius mengatakan mesjid sudah dibuka tapi belum diresmikan. 

Petanda pembukaan mesjid dengan dimulai shalat Jum'at. Minggu ini udah kali ke 4 shalat jumat di sini, alhamdulillah jamaah ramai. "Sebenarnya mesjid ini belum selesai di bagian area parkir, namun alhamdulillah yang di dalam sudah bisa difungsikan," ujarnya. 

Mesjid ini tanggal 12- 21 November akan digunakan untuk MTQ Nasional tingkat remaja. Jadi kami masih berbenah dan diagendakan ketika MTQ Nasional diresmikan langsung Presiden Joko Widodo. 

Dikatakan Herius fokus kita dengan adanya mesjid ini mencerdaskn umat konsentrasi kita untuk kalanagan muda. "Bahkan Imam dan muadzin kita adalah anak muda yang hafizd 30 jus. Suaranya bagus hafalannya bagus dari Pekanbaru," katanya. 

Sementara itu, Elfitri Santi yang bertugas mengawasi pekerja di mesjid Al Hakim mengatakan sejak dibuka, hari Sabtu dan Minggu Mesjid paling ramai dikunjungi. "Tak sekadar berwisata religi tapi juga sholat di sini. Saat ini mesjid dibuka satu jam sebelum azan dan satu jam setelah shalat kalau yang shalatnya terlambat kita sediakan sajadah di sisi mesjid,"ungkapnya.

Tak hanya itu, Covesia.com sempat mewawancarai salah seorang pengunjung yakninya Fahmi Riza yang berasal dari Alahan Panjang. Menurutnya mesjid Al Hakim memang bagus. "Saya tau mesjid ini dari teman-teman dan media sosial. Mesjid bagus, sekalian melihat keindahan pantai kita juga bisa beribadah di mesjid ini,"katanya.

Namun demikan Fahmi yang datang bersama tiga anak dan istrinya ini mengharapkan mesjid tak hanya dijadikan sebagai tempat berfoto oleh pengunjung, akan tetapi lebih difungsikan sebagaimana fungsi masjid," pungkasnya.  

(ila/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga