Pesan Berantai 4 Penumpang AKAP Positif Covid-19 Beredar di Agam, Begini Faktanya!

Pesan Berantai 4 Penumpang AKAP Positif Covid19 Beredar di Agam Begini Faktanya Sumber: istimewa

Covesia.com - Masyarakat di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) diresahkan pesan berantai tersebar di Whatsapp soal 4 penumpang bus AKAP dari Jakarta menuju Agam memuat penumpang positif Covid-19 dan lainnya dalam penularan.

Menanggapi itu, Diskominfo Agam menyatakan bahwa pesan tersebut adalah berita bohong (hoaks).

Kepala Diskominfo Agam, Fauzan Helmi Hutasuhut, kepada Covesia.com, Jumat (3/4/2020) mengapihaknya selalu menyaring informasi berita bohong yang beredar, terutama yang meresahkan masyarakat, baik berupa unggahan berita bohong maupun pesan berantai.

"Kita mengimbau masyarakat agar lebih selektif dan tidak langsung percaya dengan berita yang beredar, serta tidak langsung membagikannya di media sosial sebelum mencari tahu apakah berita ini benar atau bohong," katanya.

Melalui akun resmi Facebook Diskominfo Agam mengklarifikasi bahwa hal tersebut faktanya “Tidak Benar” dengan penjelasan sebagai berikut;

Dinas Perhubungan Agam adalah bagian dari tim yang bertugas dalam rangka operasi pemeriksaan di perbatasan yang dikoordinatori oleh BPBD dengan anggota lainnya Satpol PP Damkar, Dinas Kesehatan, TNI dan Polri.

Pemeriksaan kepada penumpang berupa pengecekan suhu badan oleh petugas kesehatan dan sesuai SOP.

Sesuai prosedur yang akan memutuskan seseorang positif atau negatif terjangkit virus corona (Covid19) berdasarkan hasil pemeriksaan RT-PCR (sampel swab, sputum, dan serum) di laboratorium Rumah Sakit atau laboratorium yang ditunjuk dan hasilnya juga membutuhkan waktu beberapa hari.

Sementara, kutipan pesan tersebut yakni; "Ass ibuk2, kalau ad saudara kita yg dtg dari luar kota pakai kendaraan pribadi, tolong melapor k puskesmas terdekat….sebentar ini kami Dinas Perhubungan meraziakan pemerikasaan kesehatan penumpang bus LBJ dari Jakarta yang informasinya terdapat positif 4 org, dan 34 org serta sopir sudah dapat penularan dengan suhu badan 38,5°. Beginilah nasib kami sekarang di Agam. Gara-gara orang yang pulang kampung dari Jakarta. Orang di kampung ikut menanggungnya. Sekarang Agam tertinggi di Sumbar dng Status ODP."

(jhn/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga