Harau, Primadona di Limapuluh Kota yang Masih Jauh dari Sinyal Ponsel

Harau Primadona di Limapuluh Kota yang Masih Jauh dari Sinyal Ponsel Lembah Harau (Foto: Ist)

Covesia.com - Di Sumatera Barat, nama Harau di Kabupaten Limapuluh Kota telah menjadi fenomenal dengan kawasan wisatanya. Namun, kawasan unggulan wisata Kabupaten Limapuluh Kota ini masih minim sinyal seluler dan internet. Masyarakat dan wisatawan susah mendapatkan informasi baik secara digital maupun telekomunikasi.

Salah seorang warga Kenagarian Harau, Yudi mengatakan sebagian besar di wilayah kawasan wisata Harau melingkupi tiga kenagarian yaitu Nagari Harau, Tarantang dan Solok Bio-Bio masih susah sinyal. Hanya beberapa lokasi yang dapat sinyal. Bahkan salah satu objek wisata unggulan Harau di Akar Barayun tidak ada sinyal. Baik sinyal untuk telpon maupun internet.

“Hanya beberapa titik yang dapat sinyal di kawasan wisata Harau ini. itupun untuk mendapatkan sinyal harus mengakal-akali handpone,” sebut Yudi kepada Covesia.com, Rabu (27/11/2019).

Ia juga mengatakan di nagari tempatnya tinggal (Nagari Harau-red), hampir merata sinyal tidak ada. Padahal dengan jumlah penduduk yang mencapai 4 ribu jiwa lebih sangat membutuhkan sinyal untuk kebutuhan sehari-hari. Jikapun ada sinyal yang diperoleh, harus menempelkan handphone diatas cermin atau jendela agar bisa menelpon.

“Di Nagari Harau, merata tidak ada sinyal. Jika ingin dapat sinyal, harus pergi ke luar daerah Sarilamak. Tapi ada beberapa titik yang ada sinyal, itupun harus diakali dengan membawa cermin atau kaca. Tempelkan handphone disana dan baru dapat sinyal. Itupun untuk menelpon, bukan untuk internet. Akhirnya, Harau menjadi daerah yang sulit berkembang karena masyarakat di sepanjang Kawasan Wisata Harau selalu ketinggalan informasi, ucapnya.

Walinagari Harau, Syukriadi mengaku pihak nagari sudah berjuang selama tujuh tahun untuk bisa mendapatkan sinyal. Bahkan di tahun 2017 silam, dirinya sudah mendatangi Kementerin Kominfo RI dan bertemu dengan direktur anak cabang provider Dambakti (Mitra Kemenkominfo-red). Namun, sampai sekarang perjuangan ini masih nihil.

“Jauh sebelum saya menjabat sebagai Walinagari, masyarakat Harau sudah berjuang untuk bisa mendapatkan sinyal. Bahkan tahun 2017 kemarin saya langsung datang ke Kementerian Kominfo meminta agar diberikan fasilitas yang mendukung sinyal hadir di Harau. Tapi sampai sekarang setiap perjuangan kami masih nihil. Harau masih tidak bersinyal,” ucap Syukriandi.

Dikatakannya selama memperjuangkan sinyal untuk Harau ini, Pihak Nagari selalu menjamin kerja sama yang saling menguntungkan. Jikalau ada kendala soal tanah atau aturan adat, nagari akan siap menjembatani. Jaminan untuk tidak adanya investor merugi untuk meletakkan sinyal di Harau selalu disampaikan ke segala pihak.

“Kalau terkendala soal tanah untuk mendirikan tower, kami bantu. Jika ngontrak tanahnya, sepenuhnya tidak akan ditanggung oleh investor. Sebagian biar masyarakat yang menanggungnya. Jika ada dalam soal aturan, kita musyawarahkan bersama agar persoalan sinyal ini tuntas,” sebutnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Limapuluh Kota, Ferry Chofa menyebutkan daerah kawasan wisata Harau memang zona Blank Spot. Ada dua kendala untuk mengembangkan sinyal telekomunikasi di kawasan wisata Harau ini yaitu faktor alam dan bisnis.

“Faktor alamnya karena topografi yang banyak dinding lembah yang tinggi yang membuat sinyal susah masuk dan banyaknya kawasan hutan lindung. Jadi susah untuk mendirikan tower. Kemudian untuk mendirikan tower, pastinya provider swasta akan menimbang kepentingan bisnis mereka,” katanya.

Mengingat untuk mendirikan tower telekomunikasi ini merupakan program pemerintah pusat di Kementerian Kominfo RI, Pemkab Limapuluh Kota hanya bisa meminimalisir susahnya sinyal masuk di Kawasan Harau.

“Di akhir tahun 2019 ini kami akan memasang 2 spot wifi gratis di Akar Barayun dan Sarasah Bunta. Hanya itu yang bisa kami lakukan yaitu meminimalisir. Karena untuk menempatkan sinyal di suatu tempat itu adalah program Kementerian Kominfo,” sebutnya.

(agg)


Berita Terkait

Baca Juga