Dinas Kominfo Mentawai Usulkan Penambahan 77 Site BTS dan 85 Akses Internet

Dinas Kominfo Mentawai Usulkan Penambahan 77 Site BTS dan 85 Akses Internet Ilustrasi (Pixabay)

Covesia. com - Dinas Komunikasi dan Informatika Mentawai  mengusulkan bantuan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) sebanyak 77 site (titik) dan 85 site layanan akses internet kepada kementrian Komunikasi dan Informatika tahun 2019 ini.

Hal tersebut mendukung Nawacita Presiden Joko Widodo terkait pembangunan konektivitas antar wilayah secara terintegrasi melalui penyediaan layanan akses internet.

"Untuk BTS, di seluruh kecamatan sudah ada tetapi karena kondisi wilayah Mentawai yang penduduknya tinggal berkelompok, layanan komunikasi seluler ini belum dapat menjangkau seluruh masyarakat," ungkap Samuel Haratua Siswono Kepala Bidang Informatika Dinas Komunikasi dan Informasi Mentawai, Rabu (10/4/2019).

Jumlah usulan tersebut kata dia, belum mampu mencover semua wilayah Kepulauan Mentawai. Bantuan pembangunan BTS tersebut berasal dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemenkominfo dalam program Universal Service Obligation (USO)/ Kewajiban Pelayanan Universal program pemerintah dalam rangka pemerataan akses internet di seluruh Indonesia yang targetnya lokasi sekolah, kantor desa, puskesmas, balai latihan kerja, kantor pemerintahan, dan area publik.

Samuel mengatakan, BAKTI masih akan memberikan kesempatan kepada Mentawai untuk bantuan penambahan site tersebut.

Kata dia, BTS yang sudah ada di Mentawai sebanyak 25 site, 5 site dibangun tahun 2014, dan 20 site dibangun tahun 2016. Sementara bantuan dari BAKTI untuk layanan akses internet sudah ada di 97 titik.

"Akses internet juga sudah ada di seluruh kecamatan dan targetnya pada lokasi penyelenggaraan desa, kesehatan, dan pendidikan, seperti di kantor desa, sekolah, pustu, poskesdes, dan lainnya," tutur Samuel.

Ia mengatakan tahun ini pembangunan layanan akses internet juga diutamakan di kantor desa untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat, sarana pendidikan, dan kesehatan.

Samuel mengimbau para stakeholder di tingkat desa maupun kecamatan untuk mengajukan usulan layanan akses internet ke Diskominfo Mentawai.

Sementara terkait penambahan site ia katakan akan dilakukan secepatnya namun tergantung BAKTI.

"Kita berharap dengan hadirnya jaringan telekomunikasi, masyarakat dapat memanfaatkan sebaik-baiknya secara bijak, untuk akses kebersamaan, mencari literatur yang baik, konten bermanfaat, serta menghindari konten hoax, pornografi, dan judi," tutupnya.

Kontributor Mentawai: Kornelia Septin Rahayu 

Berita Terkait

Baca Juga