Peace Generation: Tebar Perdamaian Berantas Kekerasan melalui Game

Peace Generation Tebar Perdamaian Berantas Kekerasan melalui Game Peace Generation:Tebar Perdamaian Berantas Kekerasan melalui Game. (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Menebar perdamaian memberantas benih kekerasan Board Game For Peace 2.0 (BGFP) hadir lagi di Kota Padang dengan mengikutsertakan 33 Mahasiswa berbagai Universitas di Sumatera Barat yang diselenggarakan di Edotel Minangkabau, Minggu (14/10/2018).

Tak tanggung-tanggung BGFP juga dilanjutkan dengan peserta yang berbeda di Dilo, Senin (15/10/2018).

Acara ini akan dilaksanakan lagi batch III pada 23 Oktober  dan batch IV pada 4 November mendatang dengan target peserta  siswa SMA se-Sumbar.

PeaceGeneration memfokuskan pergerakannya dengan mengembangkan media pengajaran pendidikan perdamaian yang dapat digunakan disekolah dan komunitas. BGFP 2.0 mengedukasi peserta tentang cara menebar perdamaian dengan kreatif yakninya game.

Salah satu game yang dikenalkan adalah Galaxy Obscurio yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Bagaimana menjaga keamanan dan keseimbangan planet dari virus sehingga tidak terjadi kiamat.

Acara ini dimulai perkenalan mengenai apa itu BGFP, materi tentang melawan kekerasan, radikalisme, intoleransi, peserta diminta untuk meminta tanda tangan peserta lain yang pernah bersentuhan langsung dengan kekerasan yang dialaminya dilanjutkan dengan berdiskusi, setelah itu menempelkan stiky notes yang bertuliskan kekerasan dan penyebabnya pada pohon kekerasan.

Di sela materi juga disajikan vidio yang menjelaskan bahwa kekerasan akan berunjung menghancurkan. Peserta juga diperkenalkan dengan permainan terbaru BGFP The Rampung  yang menceritakan kehidupan di kampung.

The rampung sendiri merupakan kesingkatan dari merawat kampung. Permainan ini hampir serupa dengan permainan Ludo mengenai papan utama, namun di bila bermain ludo dimainkan 4 orang saja di the rampung ada 6 orang yang bisa ikut bermain. Memiliki 6 dusun, warga tetap hidup berdampingan. 6 karakter dalam permainan ini terdiri atas Petani, Mantri, Peternak, Ibu-Ibu Warung, Pemilik Warnet dan Tukang Ojek.

Karena disibukkan dengan koin dan ‘tanam saham’ di setiap desa  Pemain otomatis akan memiliki ambisi yang besar dan egois. Hal itu menyebabkan desa dihancurkan oleh karakter bogem yang terdapat di dalam kartu sehingga desa hancur .

Syarat kampung dapat terjaga dan tidak dikuasai oleh bogem hal yang harus dilakukan adalah tidak egois, rela berkorban, toleransi.

Dengan adanya board game, seperti Galaxy Obscurio dan The Rampung yang dibawakan Peace Generation diharapkan bermanfaat sebagai keseimbangan kondisi zaman yang semakin bertambah jauh dari interaksi sosial.

Reporter Magang: Laila Marni

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga