Apple Bakal Luncurkan Software yang Mampu Cegah Kecanduan Digital dan Kebutaan

Apple Bakal Luncurkan Software yang Mampu Cegah Kecanduan Digital dan Kebutaan ilustrasi

Covesia.com - Sudah banyak kasus dimana orang kecanduan main handphone sehingga menimbulkan hal-hal yang tidak menyenangkan. Mulai dari mengisolasi diri dari kehidupan sosial, menurunnya interaksi nyata dengan keluarga hingga merasa tidak pede melihat posting-an teman yang hidupnya tampak sempurna.

Tidak bisa lepas dari handphone juga meningkatkan angka kecelakaan dan kematian. Menambah dampak kecanduan digital adalah degenerasi makula!

Biasanya, penyakit mata ini hanya menyerang orang tua berusia 50 tahunan. Namun, dilansir dari berbagai sumber, semakin banyak pasien berumur 20-40 tahunan yang berobat ke dokter mata karena sering main HP atau tablet sebelum tidur. Setelah lampu dimatikan, menatap layar gadget yang memancarkan cahaya super terang akan merusak makula mata dan menyebabkan kanker mata.

Gejala awal makula adalah mata menjadi kering, lambat laun muncul katarak, kehilangan penglihatan lalu menjadi buta. Bagi orang yang menderita gejala awal makula harus segera mengobati mata dengan laser atau suntikan steroid untuk mencegah kebutaan.

Aduh, seram sekali! Menyadari semakin banyak orang yang kecanduan digital, Apple berencana meluncurkan software yang mampu mencegah kecanduan digital.

Selama ini, Apple selalu meng-upgrade OS pada iPhone, iPad, Mac, Apple Watch dan Apple TV yang membuat pengguna semakin kecanduan. Namun, pada Konferensi Developer Sedunia yang berlangsung di San Jose pada 28 Mei lalu, Apple menyatakan kalau mereka sedang membuat Digital Health.

Software ini mampu memonitor seberapa lama pengguna memakai gadget dan aplikasi-aplikasi tertentu, bertujuan untuk mencegah kecanduan digital. Kabarnya sih, software baru Apple ini akan hadir bersamaan dengan iOS 12.

Jika kamu adalah pemilik Android, jangan khawatir! Google juga sedang membuat software baru, Android Dashboard, yang mampu mencegah kecanduan digital. Dengan Android Dashboard, kamu akan mendapat notifikasi seberapa lama kamu memakai handphone, aplikasi, nonton YouTube hingga berapa kali kamu membuka handphone!

Jika kamu nonton YouTube terlalu lama, software ini akan bertanya apakah kamu mau istirahat sejenak. Tentu saja kamu bisa me-nonaktifkan fitur ini.

Selain kebutaan, main HP atau tablet sebelum tidur juga menimbulkan berbagai gangguan kesehatan lainnya seperti dikutip covesia.com dari laman iprice:

Mengganggu Siklus Tidur

Walaupun kamu baru saja berendam dengan sabun yang harum, minum cokelat panas atau memakai losion beraroma lavender, kamu tidak akan tidur nyenyak jika main HP sebelum tidur. Pasalnya, sinar biru dari gadget mengirim sinyal ke otak yang membuat tubuhmu berpikir itu adalah sinar matahari. Sinar biru dari handphone juga mengganggu produksi melatonin sehingga menyebabkan insomnia, terbangun di malam hari dan menurunkan kualitas tidur. Jika dibiarkan, hal ini juga menimbulkan sakit jantung, obesitas dan penuaan dini, lho!

Menyebabkan Depresi

Kekurangan tidur karena sering main handphone atau tablet di malam hari bisa membuat orang merasa depresi. Kamu akan merasa tidak bersemangat dan pikiran menjadi kacau karena kekurangan tidur. Lama-kelamaan, kamu akan merasa depresi.

Meningkatkan Resiko Kanker

Pada tahun 2011, The World Health Association menyatakan kalau handphone, tablet dan gadget lainnya memancarkan radiasi elektromagnetik yang dapat memicu kanker seperti kanker payudara dan prostat.

Apalagi jika pengguna menggenggam handphone terlalu dekat dengan tubuh, maka radiasi tersebut akan meningkat. Mereka yang sering meletakkan handphone di samping kepala saat tidur juga beresiko mengalami kanker otak.

Menimbulkan Gangguan Memori

Sekarang semuanya serba digital, tak heran penjualan handphone atau telepon pintar kian meningkat. Namun, terlalu sering memakai handphone, terutama sebelum tidur malah membuat intelijen seseorang menurun! Memakai handphone sebelum tidur akan menganggu siklus tidur dan istirahat otak sehingga membuat seseorang tak mampu berpikir jernih keesokan harinya.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga