Menjadi Prioritas, Unduhan Aplikasi Zoom Capai 3,2 Juta

Menjadi Prioritas Unduhan Aplikasi Zoom Capai 32 Juta Ilustrasi (pixabay)

Covesia.com - Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Yuliandre Darwis mengungkapkan memaskusi era digitalisasi sekarang ini kebutuhan pokok masyarakat mulai bertambah. Peningkatan infrastruktur digital misalnya sudah menjadi skala prioritas.

Bedasarkan data statista.com menunjukan telah terjadi peningkatan unduhan platform zoom sebanyak 3,2 juta unduhan di seluruh dunia.

“Bagaimana zoom menjadi wadah komunikasi saat ini. Dengan teknologi memudahkan dan juga menunjang aktivitas manusia untuk dapat tetap berkomunikasi,” ungkap Yuliandre. 

Lebih lanjut, pemerintah melalui Kemenkominfo serta Badan Aksebilitas Telokumunikasi dan Informasi (Bakti) tengah meningkatkan infrastruktur di daerah-daerah kecil yang belum ada infrastruktur telekomunikasi. Daerah-daerah kecil yang dimaksud lebih dikenal dengan sebutan 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal). 

“Peran strategis BAKTI lebih memfokuskan pada pengembangan daerah-daerah pinggiran yang belum tersentuh” ungkap Yuliandre saat menjadi pemateri dalam  diskusi berbasis daring yang diselenggarakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) dengan tema “Pemanfaatan Teknologi Informasi Komunikasi Oleh masyarakat Sebagai Media Edukassi dan Bisnis” di Jakarta, Minggu (15/11). 

Peran media internet tentu saja media komputer yang menjadi perangkat utamanya semakin meningkat pesat dari waktu ke waktu.

 Maka diperkirakan mesin jenius ini akan menjadi kebutuhan dominan yang tak terlupakan dalam kehidupan manusia pada masa-masa mendatang. Tak hanya internet, saat pandemi covid 19 terjadi peningkatan penjualan alat olahraga, misalnya sepeda. 

Lebih jauh, Andre menilai pembelajaran digital yang digadang-gadang bisa memfasilitasi pertemuan antara guru dan murid di kelas maya, ternyata tak selamanya bisa berjalan mulus. 

Metoda belajar online sebagai bagian dari e-learning membutuhkan daya upaya dan biaya yang tidak sedikit. Untuk dapat melakukan pembelajaran jarak jauh, tentunya siswa harus memiliki gadget. 

Selain itu, untuk dapat mengakses internet setiap saat, orang tua harus menyediakan dana untuk membeli kuota data, namun ada juga subsidi bantuan dari pemerintah terkait kuota internet bagi para siswa.

(lia)

Berita Terkait

Baca Juga