'Sipelada', Aplikasi Pencatat History Pelanggar Perda Adaptasi Kebiasaan Baru di Sumbar

Sipelada Aplikasi Pencatat History Pelanggar Perda Adaptasi Kebiasaan Baru di Sumbar Ilustrasi aplikasi "Sipelada" di Android (Foto: Covesia/ Primadoni)

Covesia.com - Untuk mendokumentasikan dan mencatat history pelanggar Perda (Peraturan Daerah) nomor 6 tahun 2020 tentang AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) di masa pandemi Covid-19 di Sumatera Barat, terutama di Kota Padang, pihak penegak Perda di daerah ini mengunakan Aplikasi yang bernama "Sipelada" (Sistem Informasi Pelanggaran Perda).

Aplikasi tersebut dibuat oleh Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat dan Bekerja sama dengan Ditreskrimum Polda Sumbar untuk digunakan sebagai media mendokumentasikan dan mencatat history pelanggar Perda AKB dan dioperasikan oleh petugas penegak hukum di lapangan.

"Aplikasi Sipelada yang kita gunakan merekam history pelanggaran perda AKB yang telah dilakukan masyarakat di Kota Padang, salah satunya merekam foto diri dari berbagai sudut serta data diri pelanggar," ungkap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, Alfiadi, Jumat (16/10/2020).

Dijelaskan Alfiadi, Sipelada akan memberitahukan secara otomatis bagi Masyarakat yang telah melakukan pelanggaran lebih dari dua kali dan akan dikenakan sanksi pidana, berupa denda atau hukuman kurungan penjara.

"Untuk itu kepada masyarakat Kota Padang supaya data diri kita tidak tercatat di aplikasi "Sipelada", mari sama-sama kita disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan," harap Alfiadi.

Lebih lanjut Alfiadi mengatakan, setiap hari personelnya diturunkan baik siang maupun malam, mengingat angka positif terhadap Virus Covid-19 di Kota Padang terus menanjak naik. "Maka dari itu dalam rangka memutus rantai penularan ini kita harapkan masyarakat kita patuh pada protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah," imbau Alfiadi

Ia menambahkan bahwa Satpol PP Kota Padang akan melakukan Operasi pengawasan Yustisi terhadap pelanggar protokol kesehatan setiap harinya. 

"hal itu dilakukan guna antisipasi dan pencegahan dari paparan Covid-19 bagi warga Kota Padang. Ia menegaskan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan sehingga kota Padang kembali dinyatakan zona hijau," pungkas Alfiadi.

(don)

Berita Terkait

Baca Juga