Fakhri Husaini Ungkap Kekecewaanya pada PSSI

Fakhri Husaini Ungkap Kekecewaanya pada PSSI Fakhri Husaini memeluk pesepak bola Indonesia Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi dan David Maulana (tengah) usai pertandingan Final Piala AFF U-16 melawan Thailand di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (11/8/2018) (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)

Covesia.com - Pelatih Fakhri Husaini mengungkapkan rasa kecewanya kepada jajaran PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) lantaran nasibnya belum ada kejelasan di organisasi induk sepakbola itu.

Sejak ditunjuknya Shin Tae-yong menangani Timnas Indonesia hingga kelompok umur, Fakhri tidak masuk dalam program kepelatihan di tubuh PSSI. Dikutip dari detik.com, Rabu (8/1/2020), Fakhri menolak karena tidak mau cuma jabatan asisten pelatih.

Penawaran itu didapat Fakhri lewat Direktur Teknik PSSI, Danurwindo. Tapi, Fakhri tidak dapat alasan yang tepat kenapa dia harus jadi asisten pelatih.

Kekecewaan Fakhri mengatakan kepada PSSi bahwa pelatih lokal jangan diremehkan.

"Mereka ini jangan sekali-kali anggap remeh pelatih lokal. Saya kalau bicara nasionalisme tak usah ajari saya, karena kalau bicara nasionalisme jangan ke pelatih lokal yang menangani Timnas, karena dia betul-betul punya rasa nasionalisme di atas segala-galanya itu," kata Fakhri.

"Kami tidak pernah bicara soal kontrak, tidak pernah ribut soal kontrak, tidak pernah bicara soal fasilitas seperti apartemen, rumah, dan mobil. Jadi, tidak usah mengajari saya soal nasionalisme."

"Ini saya mewakili pelatih lokal. Jangan sekali-sekali meremehkan pelatih lokal, karena pelatih lokal belajar seperti saya. Yang membedakan warna kulit saja. Masa harus jadi bule dulu," Fakhri menegaskan.

Di PSSI, Fakhri terhitung sukses saat membesut Timnas U-16 dengan membawa ke delapan besar Piala Asia dan juara Piala AFF. Fakhri juga baru-baru ini meloloskan Timnas U-19 ke Piala Asia.

(dtc/dnq)

Berita Terkait

Baca Juga

`