La Nyalla Dinilai Sosok yang Tepat Pimpin PSSI

La Nyalla Dinilai Sosok yang Tepat Pimpin PSSI Lanyalla Mattaliti

Covesia.com - Presiden RI Joko Widodo telah mengeluarkan Inpres No.3/2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. Inpres salah satu bukti konkret bahwa pemerintah peduli dengan nasib dunia olahraga Tanah Air, dalam hal ini sepak bola.

Tujuan dikeluarkannya Inpres ini dalam rangka percepatan peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional. Dengan Inpres tersebut, Presiden meminta sejumlah pihak untuk mengambil langkah-langkah secara terkoordinasi dan terintegrasi untuk melakukan peningkatan prestasi sepak bola Indonesia.


Anggota DPD RI Bustami menilai sosok La Nyalla Mattalitti layak memimpin PSSI kedepannya. Sebagai pejabat lembaga negara, ia yakin Lanyalla mampu mengawalnya, sehingga Inpres No.3/2019 akan berjalan sesuai arahan Presiden. Sebab, sejak terbit sampai sekarang, Inpres itu belum bisa dijalankan oleh PSSI.

“Lanyalla sebagai Ketua DPD RI sangat tepat dan mumpuni untuk menjalankan Inpres tersebut. Apalagi dengan melibatkan 136 anggota DPD di 34 provinsi. Saya yakin beliau akan membaya persepakbolaan Indonesia ke titik yang lebih tinggi,” jelasnya yang dilansir covesia.com dari dpd.go.id, Jumat (18/10/2019).

“Langkah yang dimaksud meliputi pengembangan bakat, peningkatan jumlah dan kompetensi wasit serta pelatih sepak bola, pengembangan sistem kompetisi berjenjang dan berkelanjutan, serta pembenahan sistem dan tata kelola sepak bola. Ya jelaslah, sosok yang cocok mengawal ini ialah Bapak Lanyalla Mattalitti. Sudah benar beliau kembali ke sepak bola. Karena beliau yang nantinya membuat semua unsur bersinergi," ujarnya.

Selanjutnya, sesuai dengan instruksi presiden tersebut, penyediaan prasarana dan sarana stadion sepak bola di seluruh Indonesia sesuai standar internasional dan training center sepak bola. Terakhir, memobilisasi pendanaan untuk pengembangan sepak bola nasional.

Khusus untuk Menteri Pemuda dan Olahraga, diminta melakukan pengembangan kurikulum dan bakat pemain sepak bola. Berikutnya melakukan pembinaan usia dini dan usia muda secara berjenjang, menyelenggarakan kompetisi sepak bola kelompok usia tingkat elit (unggulan) satuan pendidikan dan sekolah sepak bola, serta memfasilitasi tenaga ahli/ instruktur wasit dan pelatih.

“Menpora juga diminta melakukan bimtek kepada sentra-sentra pembinaan olahraga sepak bola agar memenuhi standar kompetisi tenaga keolahragaan, program penataran dan pelatihan, standar penyelenggaraan olahraga, dan lain-lain. Jadi nanti sebagai ketua, Pak Nyalla akan mensinergikan semua yang terkait untuk Indonesia Incorporated membangun sepak bola Indonesia," jelasnya.

(lif)

Berita Terkait

Baca Juga