Keluhkan Cuaca Panas GP Thailand, Wacana Balapan MotoGP Digelar Malam Hari Muncul

Keluhkan Cuaca Panas GP Thailand Wacana Balapan MotoGP Digelar Malam Hari Muncul Andrea Dovizioso dan Marc Marquez Bersaring pada balapan dir Sirkuit Losail, Qatar yang digelar malam hari (@MotoGP)

Covesia.com - Spekulasi digelarnya balapan MotoGP di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand pada malam hari bermunculan. Keluhan cuaca panas di Gegeri Gajah Putih itu menjadi faktor penyebabnya.

GP Thailand 2019 yang digelar pada 6 Oktober lalu, mengukuhkan Pebalap Repsol Honda Marc Marquez merangkul gelar dunia kedelapannya bakal dimajukan pada bulan Maret pada musim depan. 

Kelender MotoGP musim 2020, Buriram dijadwalkan akan menjadi tuan rumah putaran kedua pada tanggal 22 Maret, setelah Qatar.

Dikutip dari laman Crash.net, Selasa (15/10/219), warga setempat (Thailand) menyebutkan bahwa cuaca di bulan Maret lebih panas ketimbang di bulan Oktober ini.

Merujuk pada perhelatan seri World Superbike (WSBK) Thailand bulan Maret silam, suhu udara disana mencapai 36 derajat celcius atau 5 derajat lebih panas dari MotoGP. Sementara suhu di lintasan mencapai 52 derajat celcius atau lebih 4 derajat lebih tinggi dari MotoGP.

Rumor agar balapan Thailand diubah ke malam hari pun mengemuka. Tak jelas dari mana rumor tersebut bermula. Namun, para penggemar balap di Negeri Gajah Putih menilai hal tersebut masuk akal jika melihat kondisi pencahayaan sirkuit malam hari yang ada saat ini.

Sekitar lebih dari satu dekade lalu, keluhan yang terjadi di Thailand juga sempat muncul di MotoGP Qatar. Sebelum rutin menggelar balap malam sejak musim 2008, MotoGP Qatar di Sirkuit Losail dihelat pada siang hari.

Penyelenggaraan balap malam dinilai bisa meningkatkan jumlah penonton di sirkuit. Karena mereka mau menonton di udara terbuka (dengan asumsi tidak ada hujan), daripada dipaksa untuk mencari tempat teduh di tribune.

Sayangnya, baik penggemar, pebalap, maupun kru tim yang mengeluhkan cuaca panas di Thailand sepertinya tak akan bisa menyaksikan jadwal balapan diubah malam hari, setidaknya sampai musim 2020 nanti.

Pasalnya, pencahayaan malam hari yang ada saat ini belum memenuhi standar untuk ajang MotoGP.

"Rencana (balapan malam di Buriram) bukan untuk 2020. Ini bisa menjadi ide untuk masa depan tetapi tidak untuk musim depan," kata seorang juru bicara Dorna kepada Crash.

Selain Thailand, keluhan cuaca panas juga sebenarnya terjadi pada MotoGP Malaysia yang dihelat di Sirkuit Sepang.

Sepang sudah memiliki sistem pencahayaan yang mendukung untuk balapan uji ketahanan 8 Hours yang dihelat FIM pada bulan Desember.

Tetapi seperti halnya Buriram, tampaknya tidak ada rencana saat ini untuk meningkatkan pencahayaan di Sepang untuk memenuhi standar MotoGP.

Selain Malaysia dan Thailand, Indonesia juga masuk kelender MotoGP di Asia Tenggara pada musim 2021. Sirkuit Mandalika, Lombok bakal menjadi tempatnya. 

Keluhan cuas panas yang mencuat di Thailand dan Malaysia, terus bagaimana dengan Sirkuit Mandalika nantinya?

(dnq)

Berita Terkait

Baca Juga