Rapat Persiapan TdS 2019 Pemda Agam, Pengamanan di Sepanjang Jalur jadi Pembahasan Penting

Rapat Persiapan TdS 2019 Pemda Agam Pengamanan di Sepanjang Jalur jadi Pembahasan Penting Pebalap sepeda melalui rute etape Kedua Tour De Singkarak 2015 di Sitinjau Lauik, Padang, Sumatera Barat (Dok: Covesia)

Covesia.com - Antisipasi ganggunan Saat Tour de Singkarak (TdS) ke 13, Pemerintah Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, (Sumbar) mengimbau warga untuk mengandangkan hewan ternak mulai dari -1 kegiatan.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Agam, (Disparpora) Agam Yosefriawan mengatakan pihaknya akan memberikan sosialisasi serta surat imbauan agar pemilik ternak mengikat atau mengandangkan hewan ternak mereka 1 hari sebelum dan saat etape V dari Payakumbuh menuju Ambun Pagi Kabupaten Agam.

"Kita berkoordinasi dengan dinas terkait serta pemerintah kecamatan dan nagari untuk mengimbau masyarakat agar mengurung hewan ternak 1 hari jelang pebalap melintas di daerah setempat," ujarnya saat rapat persiapan TdS ke 13  di Aula Bappeda Kamis (10/10/2019).

Tidak hanya itu pihaknya juga menyiagakan anggota Satpol PP Damkar, Perhubungan dan berkoordinasi dengan Polres Agam untuk pengamanan di sepanjang lintasan.

"Nantinya para personil Satpol PP Damkar, Perhubungan dan Polres Agam di pusatkan ke daerah yang berpotensi gangguan oleh hewan ternak seperti kerbau dan sapi daerah keramaian seperti pasar," jelasnya.

Untuk daerah yang rawan berkeliaran sapi dan kerbau berada di Kecamatan Tanjung Mutiara, karena kebanyakan hewan-hewan itu lepas liar dan sering melintas atau tidur di jalan.

"Untuk Kecamatan Lubuk Basung, yang berpotensi menyebabkan kecelakaan adalah hewan peliharaan jenis anjing. Karena banyak ditemukan secara liar," lanjutnya.
Selain pengamanan di jalur lintasan pihaknya akan menyiagakan personil di titik yang rawan bencana tanah longsor seperti di Kecamatan Palupuh yang juga masuk kedalam salah satu etape TdS.
"Faktor terjadinya tanah longsor adalah curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir dan menyumbat saluran air di sisi jalan. Untuk masalah ini kita susah berkoordinasi dengan Dinas PUTR dan Balai Jalan Sumbar agar bisa menyiagakan alat berat," terangnya.

(han/don)

Berita Terkait

Baca Juga